Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wali Kota Mataram Diingatkan Pilih Sekda Seperti Ini

Baiq Farida • Senin, 15 Mei 2023 | 14:49 WIB
Dr. M Ali (Toni/Lombok Post)
Dr. M Ali (Toni/Lombok Post)
MATARAM--Pendaftar calon sekda Kota Mataram tercatat empat orang. Mereka adalah Asisten II Setda Kota Mataram HL Alwan Basri, Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Miftahurrahman, Asisten III Setda Kota Mataram Lalu Martawang dan terakhir Kasatpol PP Kota Mataram Irwan Rahadi.

“Yang jelas kalau dari saya calon sekda yang sebaiknya dipilih pak wali nanti adalah yang visioner dan bisa membangun komunikasi kerja sama dengan semua pihak,” ujar pemerhati kebijakan publik Universitas Muhammadiyah Mataram Dr M Ali kepada Lombok Post, Minggu (11/5).

Seorang sekda dikatakannya tidak hanya piawai memimpin birokrasi di lingkup Pemkot Mataram. Lebih dari itu, ia dituntut bisa membangun kerja sama antar pemerintah daerah dan dengan pihak swasta. Menurutnya, Mataram akan terus bisa berkembang sebagai sebuah kota jika bekerja sama daerah lain seperti Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok tengah hingga Pemerintah Provinsi NTB.

Banyak hal yang menurutnya bisa dilakukan jika Mataram memiliki Sekda yang cekatan. “Jenderal birokrasi itu harus paham teori pentahelix dan bisa menerapkannya. Sekda harus bisa bekerja sama dengan unsur akademisi atau covil society, bisinis atau perusahaan, komunitas, pemerintah daerah yang lain maupun pemerintah pusat serta media. Kolaborasi ini yang harus kuat,” tegasnya.

Seorang sekda juga dikatakannya memiliki tanggung jawab menjembatani Pemkot Mataram khususnya kepala daerah dengan semua unsur. Kemudian mampu memanfaatkan kelebihan Kota Mataram sebagai ibu kota Provinsi NTB.

Yang tak kalah penting, Sekda dimintanya mampu membantu wali kota menyusun dan membuat kebijakan progesif yang tegas. “Misalnya kemarin pemberdayaan UMKM di ritel modern. Ini kan sampai sekarang masih ngambang. Sekda harus progresif,” ucapnya.

Kebijakan yang progresif dan memihak kepada masyarakat menurutnya akan menjaga marwah birokrasi dan pimpinan daerah. Termasuk pelayanan dengan mengedepankan teknologi dan kemajuan zaman harus bisa diikuti. “Penyediaan mal pelayanan publik itu harus dituntaskan. Sekda haru bisa membantu piminan menjalankan Sound Governance,” jelasnya.

Sound governance yang dimaksud adalah pemerintahan yang bukan hanya mantap secara demokratik dan handal secara ekonomi, politik, konstitusional, administratif, manajerial dan etika. Tetapi juga kokoh  dan mandiri secara global dalam interaksinya dengan berbagai pihak.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kota Mataram Abd Rachman menyampaikan dirinya memberikan apresiasi kepada para pendaftar calon Sekda. Baginya proses pansel sekda ini merupakan hal yang sangat penting bagi perbaikan struktur OPD yang ada di Kota Mataram. Terlebih sekda juga memiliki peran menjembatani antara eksekutif dan legislatif.

“Harapan saya, pansel sekda benar-benar melalui tahapan yang sesuai aturan. Agar menghasilkan pemimpin ASN terbaik,” tegasnya.

Rachman mengingatkan agar wali kota juga menjaga diri dari intervensi dari pihak manapun dalam menentukan Sekda Kota Mataram. Ia menyarankan agar sosok yang dipilih nanti harus bisa bertanggung jawab pada pimpinan dan masyarakat serta mampu menjaga marwah Kota Mataram.

Ia percaya jika wali kota telah memilih panitia pansel terbaik sehinga sekda yang akan dihasilkan nanti akan sesuai dengan kebutuhan pemerintah Kota Mataram. “Makanya saya harapkan dalam proses seleksi ini jangan sampai ada isu-isu kalau pansel hanya proses formalitas. Wali kota harus menjaga diri dari upaya ‘lobi-lobi’ di luar proses Pansel. Karena ini berkaitan dengan marwah wali kota dan Pemerintah Kota Mataram,” pungkasnya. (ton/r3)

  Editor : Baiq Farida
#Pansel Sekda #Sekda KOta Mataram