Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemkot Mataram Targetkan Kemiskinan Ekstrem Turun 30 Persen

Administrator • Sabtu, 29 Juli 2023 | 07:21 WIB
Lalu Alwan Basri
Lalu Alwan Basri
MATARAM-Pemerintah Kota Mataram mulai memberikan perhatian serius terhadap penanganan kemiskinan ekstrem tahun ini. Pemkot telah mengalokasikan anggaran di APBD perubahan untuk melaksanakan berbagai program menurunkan angka kemiskinan ekstrem.

“Kami sudah punya data by name by address masyarakat yang masuk kategori miskin ekstrem. Kami punya aplikasi namanya Sepadan,” kata Sekretaris Daerah Kota Mataram Lalu Alwan Basri.

Aplikasi ini dijelaskannya tidak hanya mendata masyarakat by name by address-nya saja. Tetapi titik koordinat tempat tinggalnya pun juga diketahui. Sehingga tidak ada peluang data ganda atau bermasalah. Mengingat aplikasi ini memakai sistem GPS.

Data ini kemudian akan menjadi dasar bagi Pemkot Mataram melakukan intervensi terhadap masyarakat yang masuk kategori miskin ekstrem. “Intervensinya nanti disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Misalnya mereka pedagang, apa saja yang dibutuhkan itu bisa diberikan bantuan (begitu juga yang lainnya),” paparnya.

Intervensi akan dilakukan secara bertahap. Tergetnya, tahun 2024 sudah bisa nol persen. “Untuk tahun ini kami targetkan turun 30 persen di APBD perubahan. Itu target, bisa saja lebih dari itu,” tambahnya.

Kepala Bappeda Kota Mataram M Ramayoga menjelaskan jika jumlah penduduk miskin ekstrem di Kota Mataram sebesar 22.491 KK berdasarkan data P3KE yang dirilis oleh Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) dan TNP2K. Sedangkan berdasarkan hasil musyawrah kelurahan yang dilaksanakan dimasing-masing kelurahan, jumlah kepala keluarga miskin ekstrem Kota Mataram sebanyak 20.874 KK.

Kemiskinan ekstrem diketahui merupakan kondisi ketidakmampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar. Mulai dari kebutuhan makanan, air bersih, sanitasi layak, kesehatan, tempat tinggal, pendidikan dan akses informasi terhadap pendapatan dan layanan sosial.

Untuk menangani persoalan ini, Pemkot Mataram telah menyiapkan sejumlah langkah kedepan. Bappeda kemudian melakukan penetapan data sasaran Kepala Keluarga (KK) miskin ekstrem dengan surat keputusan kepala daerah. “Kami melakukan penandatanganan berita acara serah terima data P3KE oleh perangkat daerah terkait untuk dipedomani sebagai data sasaran untuk mengintervensi program penanggulangan kemiskinan ekstrem. Sesuai dengan kewenangan perangkat daerah terkait,” paparnya.

Pemkot Mataram juga telah melakukan penyusunan program dan kegiatan pemberdayaan untuk meningkatkan pendapatan warga. Ini juga sekaligus upaya kemandirian masyarakat miskin ekstrem. Difokuskan sesuai dengan karakteristik penduduk miskin ekstrem. Misalnya dengan pemberian modal usaha, pelatihan keterampilan hingga alat-alat penunjang pekerjaan bagi warga untuk mendukung mata pencahariannya.

Untuk Menjamin efektivitas pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan ekstrem di Kota Mataram sejumlah upaya akan ditempuh. Penetapan Data Sasaran KK Miskin Ekstrem dengan SK kepala daerah menjadi acuan intervensi program penanggulangan kemiskinan ekstrem. Sesuai dengan sasaran intervensi yang menjadi kewenangan perangkat daerah.

Kemudian Pemberdayaan untuk meningkatkan pendapatan dan sekaligus upaya kemandirian masyarakat miskin ekstrem difokuskan sesuai dengan karakteristik penduduk miskin ekstrem. Dilanjutkan dengan pemberian bantuan sosial bagi penyandang disabilitas dan lansia terutama pada kelompok miskin ekstrem. Temasuk penanganan kemiskinan wilayah untuk meminimalkan kantong kemiskinan. Yang paling penting adalah pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan oleh perangkat daerah terkait. (ton/r3) Editor : Administrator
#Pemkot Mataram #kemsikinan Extreme #APBD