Terinspirasi sejumlah seniornya yang sukses merambah dunia politik dan mengabdikan diri lebih luas pada masyarakat, Pauzan Basri ikut Pemilihan Legilatif (Pileg) 2024. “Ini merupakan momentum bagi anak muda menentukan arah pembangunan, khususnya di Lombok Tengah,” katanya pada Lombok Post, kemarin (24/8).
Aktivis muda Nahdlatul Ulama (NU) ini berulang kali menekankan, kontestasi politik 2024 adalah panggung bagi anak muda. Bukan tanpa alasan, hal ini diyakininya. Data memperlihatkan ada pergeseran dominasi pemilih di 2024 dari sisi generasi. Tidak terkecuali di Kabupaten Lombok Utara (KLU).
Oleh karenanya, ide dan gagasan segar dari pemuda menentukan arah pembangun KLU. “Pemilih di 2024 didominasi generasi milenial dan gen Z, sedangkan perlahan era generasi X ataupun baby boomer mulai berkurang. Ini artinya estafet kepemimpinan sudah saatnya dilanjutkan generasi muda,” ulas pria kelahiran Kelanjuhan, Gumantar 20 Agustus 1994 ini.
Ia kembali menekankan, Pemilu 2024 adalah panggung yang luas bagi pemuda. “Untuk berkontribusi lebih banyak bagi daerahnya, karena pemikiran dan ide segar sangat dibutuhkan oleh daerah yang masih muda,” ulas mantan Ketua PW IPNU NTB ini.
Ia menekankan peran pemuda jangan sampai dipandang sebelah mata. Pemuda punya komitmen, idealisme, dan semangat yang besar untuk berjuang.
Pada konteks bila terpilih sebagai anggota DPRD KLU di dapil 3 Kayangan, ada beberapa hal yang menjadi fokus perjuangannya. “Kita masih perlu memaksimalkan ketersediaan infrastruktur dan sumber daya manusia,” ujar pria yang sejak kuliah aktif Angkatan Muda Ka’bah Provinsi NTB ini.
Ia mencontohkan kebutuhan peningkatan fasilitas jalan di Kayangan, KLU. “Berikutnya pengentasan angka putus sekolah harus terus didorong agar semua bisa mengenyam pendidikan,” ujarnya.
Keresahan juga dirasakan Pauzan melihat belum maksimalnya sentuhan pemerintah pada pemberdayaan UMKM. Sejumlah usaha kecil yang tumbuh di pelosok perkampungan, belum mendapat sentuhan dari pemerintah.
“Harus ada suntikan dana bagi UMKM agar, keberpihakan pemerintah dirasakan hadir oleh masyarakat,” ujarnya.
Pengalaman berkecimpung sebagai Tenaga Ahli DPRD NTB, Asisten Tenaga Ahli DPR RI, hingga menjadi Kepala Kesekretariatan DPW PPP NTB, membuatnya mengetahui banyak program yang sebenarnya bisa diperjuangkan di pusat hingga provinsi untuk dibawa ke KLU. Oleh karenanya ia berharap ikhtiar politiknya di Pemilu 2024 mendapat dukungan masyarakat. “Berkaca pada daerah-daerah lain, anak muda menjadi tulang punggung daerahnya,” pungkas pria yang kini menempuh studi Pascasarjana di Universitas Qomarul Huda Bagu Lombok Tengah ini. (zad/r2)
Editor : Redaksi Lombok Post