Acara tersebut dihadiri puluhan ribu jamaah dari berbagai penjuru daerah di Indonesia. Rangkaian Hultah NWDI ke-88 tahun ini digelar selama satu bulan lebih dengan berbagai kegiatan yang diikuti oleh ratusan madrasah dari seluruh cabang NWDI di Indonesia.
Ketua YPH PPD Hamzanwadi NWDI HM Djamaluddin menerangkan, Hultah NWDI kali ini digelar dengan semangat membangun kebersamaan dengan mengusung tema ‘kompak utuh bersatu, teguhkan agama, kokohkan negara. “Tema ini sesuai dengan semboyan yang selalu diutarakan oleh Maulanasyeikh, Kompak Utuh Bersatu. Supaya jamaah NWDI terus menggalang persatuan, kompak, utuh, bersatu dalam segala hal, terutama dalam memperjuangkan pendidikan, sosial, dan dakwah,” kata Djamal.
Pengurus besar NWDI menaruh perhatian besar pada pendidikan generasi muda. Kendati YPH PPD NWDI Pancor hari ini sangat terbuka dalam mengembangkan segala aspek pendidikan, namun generasi muda NWDI harus tetap terjaga agar tidak tidak sampai tercabut dari akarnya, yakni sebagai muslim yang taat dan memiliki pemahaman yang tinggi terhadap agama.
“Porsi dakwah tidak bisa ditinggalkan. Bukan hanya pendidikan yang mengolah otak saja, tetapi juga mengolah rasa dan keimanan juga kita tetap tingkatkan. Kita terus mendorong madrasah-madrasah untuk berkompetisi memberikan pendidikan yang terbaik bagi generasi yang akan datang,” jelas Jamal.
Ketua Umum Pengurus Besar NWDI TGB HM Zainul Majdi menerangkan, NWDI mencapai usia ke-88 juga merupakan berkah dari do’a-do’a pendirinya, guru-guru dari pendirinya, dan murid-muridnya, juga do’a dari jamaah NWDI. Oleh karena itu, TGB berpesan agar jamaah NWDI senantiasa memanjatkan do’a-do’a yang ada dalam hizib Nahdlatul Wathan.
Dalam mengajak jamaah untuk mengamalkan kumpulan do’a yang dibuat Almagfurlah Maulanasyeikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid, TGB menekankan jika kebesaran NWDI tidak dilihat dari besar bangunannya, banyak murid dan jamaahnya, melainkan NWDI besar dilihat dari banyaknya murid dan jamaah yang mengamalkan do’a-do’a, wirid-wirid dalam kehidupan sehari-hari mereka di segala penjuru daerah.
Selanjutnya, NWDI bisa sampai seperti saat ini juga tidak terlepas dari perjuangan pendirinya, murid-muridnya, kader-kader terbaiknya, juga jamaahnya. TGB menilai, belum tentu pengurus besar NWDI merupakan orang yang paling besar perjuangannya dalam membesarkan NWDI, namun bisa jadi, jamaah di desa-desa, di dusun-dusun, dan di setiap penjurulah yang memberikan andil besar dalam setiap perjuangan NWDI.
Dalam kesempatan yang sama, TGB juga mengajak semua jamaah untuk memperkuat kebersamaan. “Mari bersama-sama, dengan kebersamaan, lahirlah kekuatan,” pesannya.
Pawai Alegoris Digelar Dua Hari Dengan 50 Ribu Lebih Peserta
Sementara itu Ketua Panitia Hultah NWDI ke-88 TGH Abdul Azis Sukarnawadi menerangkan peringatan Hultah NWDI ke-88 digelar dengan berbagai kegiatan. Mulai dari berbagai perlombaan, tasyakuran, termasuk pawai alegoris yang digelar dua hari dari 25-26 Agustus 2023. Kata Azis, pawai diikuti oleh 416 kontingen dari berbagai penjuru nusantara dengan total peserta sebanyak 50.995 orang. “Dari jumlah ini pun, peserta kita batasi. Tidak terbayang jumlahnya jika kita tidak batasi,” terangnya.
Sementara dalam puncak kegiatan peringatan Hultah NWDI ke-88, panitia menggelar pengajian umum yang merupakan tradisi semasa hayat pendirinya. Di mana dalam setiap pengajian umum, NWDI menghadirkan ulama besar terbaik baik dari dalam maupun luar negeri. Selain tiga ulama besar mesir yang merupakan petinggi di Al-Azhar, pengajian pengantar Hultah NWDI juga diisi oleh Syeikh Habib Jindan Bin Nafal Bin Salim Bin Jindan.
Acara puncak peringatan Hultah NWDI ke-88 juga dihadiri Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah beserta sejumlah jajaran pimpinan OPD. Hadir juga Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy dan H Rumaksi. (tih/adv)