Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur
Di depan keyboardnya, Alfian Khair, pelatih paduan suara Sendratasik Universitas Hamzanwadi memberi aba-aba. Jari-jarinya mulai memainkan senandung nada dari lagu berjudul Ahlan. Dawai piano itu disambut paduan suara merdu dari mahasiswa-mahasiswi yang tergabung dalam paduan suara Sendratasik Universitas Hamzanwadi.
Lagu pertama yang mereka mainkan itu menjadi penyambut kedatangan tamu kehormatan di acara Hultah NWDI ke-88 yang digelar di Pancor, Kecamatan Selong, kemarin (27/8).
Tak lama kemudian, mereka kembali berdiri untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya, disusul Mars Hultah NWDI, lagu perjuangan NWDI, dan lagu-lagu karangan pendiri NWDI Almaghfurlah Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid lainnya.
”Ada yafata sasak, pacu gamaq, dan lagu lainnya. Total 8 lagu,” kata Kaprodi Sendratasik Universitas Hamzanwadi Alwan Hafiz pada Lombok Post.
Paduan suara yang tampil kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena mahasiswa yang menjadi anggota paduan suara didominasi oleh mahasiswa semester II. Jika sebelumnya anggota paduan suara didominasi mahasiswa senior, maka kali ini, Alwan ingin menguatkan pola regenerasi. Hal itu penting, karena anggota paduan suara ini otomatis berubah saat anggota lamanya sudah menamatkan kuliahnya.
Untuk menyanyikan 8 lagu dengan sempurna, 25 mahasiswa yang terdiri dari 13 perempuan dan 12 laki-laki itu berlatih selama kurang lebih dua bulan. Memang ada kendala di saat pelatih memperkenalkan lagu-lagu yang secara genre bukan menjadi selera mereka. Apalagi mereka merupakan generasi Z yang selera musiknya sudah sangat modern.
Kata Alwan, kendala minat itu secara tidak langsung teratasi dengan sendirinya melalui kesadaran mereka tentang ruang mempelajari teknik vokal. ”Jadi bukan lagi soal genrenya, tetapi di paduan suara ini, mereka yang rata-rata memiliki bakat di dunia tarik suara belajar teknik vokal di sini. Itu yang membuat minat mereka besar,” jelasnya.
Paduan suara diajarkan bernyanyi menggunakan sistem SATB atau sopran, alto, tenor, dan bas. Kombinasi dari vokal itulah yang dipadu sedemikian rupa, menghasilkan nada terbaik dari paduan suara. ”Memang kita ada seleksi. Dari 35 mahasiswa menjadi 25,” jelas Alwan.
Paduan suara ini selalu menjadi penampil utama dalam setiap kegiatan besar organisasi NWDI. Pantas, dalam sambutannya di acara Hultah NWDI ke-88, Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengatakan, paduan suara orkestra selalu menarik perhatiannya di setiap gelaran Hultah NWDI.
”Acara kita tidak akan semarak dan khidmat tanpa orkestrasi dan simfoni yang begitu indah yang dilakukan oleh adik-adik kita,” kata Zul. (*/r11)
Editor : Redaksi Lombok Post