Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jalur ke TPA Kebon Kongok Ditutup Lagi, Siap-siap, Sampah Mataram Bakal Menumpuk

Redaksi Lombok Post • Selasa, 29 Agustus 2023 | 22:32 WIB

MENGGANGGU: Tumpukan sampah di TPA Regional Kebon Kongok. Banyak masyarakat yang tinggal cukup jauh mengeluhkan bau tak sedap dari TPA ini. (Foto: Dok/Lombok Post)
MENGGANGGU: Tumpukan sampah di TPA Regional Kebon Kongok. Banyak masyarakat yang tinggal cukup jauh mengeluhkan bau tak sedap dari TPA ini. (Foto: Dok/Lombok Post)
LOMBOKPOST-Jalur ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok kembali ditutup warga setempat pagi kemarin (27/8). Kondisi ini tentu akan berdampak pada menumpuknya sampah di Kota Mataram. Hal ini membuat wali Kota Mataram berharap Pemerintah Provinsi NTB segera mencari jalan keluar. Agar penutupan tidak berlarut.

“Intinya kami berharap agar masalah penutupan ini dapat segera dicarikan jalan keluarnya oleh Pemprov. Karena bagaimanapun dampaknya terjadi di Kota Mataram,” ungkap Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, kemarin (28/8).

Pemkot Mataram sudah mengantisipasi penutupan dengan membuang sementara sampah di TPS yang ada. Hanya saja, solusi jangka pendek yang disiapkan tidak akan bertahan lama. Menyusul, TPS Sandubaya yang digunakan saat ini untuk menampung sementara kapasitasnya terbatas.

“Semoga hasil pertemuan Bu Wagub dengan masyarakat sekitar TPA Kongok dapat ditemukan kesepakatan dan jalan keluar. Sehingga ritasi pengangkutan sampah dapat kembali normal,” harap Mohan.

Diketahui, penutupan jalur ke TPA Kebon Kongok dilakukan oleh warga. Menyusul, kesepakatan warga Desa Taman Ayu dengan Wagub Rohmi Jumat pekan lalu tidak ada titik temu. Informasi yang dihimpun Lombok Post, penutupan dilakukan berkaitan dengan rencana pembukaan landfill baru di Desa Taman Ayu. Menyusul kapasitas TPA di landfill Kebon Kongok sudah penuh.

Namun masyarakat Desa Taman Ayu menolak pembukaan landfill baru akibat sosialisasi awal dengan realisasi dinilai tidak sesuai. Mulai dari rencana pembangunan landfill yang dibarengi dengan pembangunan pabrik pengolahan sampah hingga masalah kompensasi bagi warga.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Vidi Partisan Gamanjaya menyampaikan jika penutupan jalan ke TPA Kebon Kongok sudah dua kali terjadi. “Sempat ditutup Rabu sampai Kamis (pekan lalu). Kemudian dibuka Jumat, Sabtu, Minggu. Tadi pagi ditutup lagi,” sesalnya.

Saat terjadi penutupan pekan lalu, sampah di Kota Mataram untuk sementara dibuang ke TPS yang ada. Sehingga sampah tersebut menumpuk di TPS. Kemudian setelah TPA regional dibuka, semua sampah di TPS dibuang ke TPA Regional yang dikelola Pemprov NTB.

“Betul seperti yang disampaikan Pak Wali, TPS yang kami miliki terbatas kapasitasnya. Hanya bisa bertahan 5-6 hari ke depan,” bebernya.

Akibatnya nanti dikhawatirkan berdampak pada pelayanan kepada masyarakat. Meski saat ini tidak ada pembatasan atau penutupan TPS. DLH Kota Mataram hanya berupaya semaksimal mungkin melakukan pengurangan sampah dengan mesin pemilah yang dimiliki untuk menambah daya tampung dari TPS yang ada di Kota Mataram. Semua sampah Mataram di bawa ke TPS masing-masing dan dikumpulkan di satu titik. Sehingga pada saat TPA dibuka konsentrasi pengosongan TPS bisa lebih cepat. (ton/r3)

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#Kota Mataram #sampah #TPA Kebon Kongok #Mohan Roliskana