Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cerita Kaling Pagesangan Indah Sulap Sampah jadi Pupuk Penyubur Tanah

Redaksi Lombok Post • Rabu, 30 Agustus 2023 | 23:05 WIB

PENGOLAHAN SAMPAH: Kaling Pagesangan Indah Agus Heri saat memperlihatkan pupuk organik yang dihasilkan dari pengolahan sampah, kemarin.
PENGOLAHAN SAMPAH: Kaling Pagesangan Indah Agus Heri saat memperlihatkan pupuk organik yang dihasilkan dari pengolahan sampah, kemarin.
MATARAM-Lingkungan Pagesangan Indah, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, membuat inovasi untuk penanganan  sampah. Bentuknya, dengan membuat mesin pencacah sampah menggunakan alat sederhana.

"Salah satu inovasi kami di Lingkungan Pegasangan Indah adalah pengelolaan sampah. Sampah organik kami kelola menjadi pupuk organik. Bahan-bahannya kami ambil dari sampah seperti nasi basi, daun-daun, sisa sayur, kedebong pisang dan sampah organik lainnya," ujar Kepala Lingkungan Pagesangan Indah Agus Heri Subardiyo, saat ditemui di Green house miliknya, kemarin (29/8).

Sampah organik yang dikelola ini akan menghasilkan dua jenis pupuk, yakni pupuk organik cair (POC) dan pupuk organik padat. Pupuk organik yang sudah jadi kemudian akan bagikan kepada warga setempat yang ingin bercocok tanam secar geratis.

Pemberian pupuk secara gratis itu menjadi salah satu langkah untuk mengubah mindset masyarakat, bahwa sampah yang saat ini menjadi masalah juga bisa membawa berkah. Tentu asalkan ada kemauan.

"Sampah rumah tangga itu kami minta untuk dikumpulkan, kemudian dibawa ke green house. Setelah itu saya olah dan hasilnya itu akan kita berikan kepada masyarakat," ungkapnya.

Sementara untuk sampah-sampah Non organik seperti kaleng, botol akan dikumpulkan oleh operator yang bertugas mengoperasikan mesin pencacah. Kemudian akan dijual sendiri oleh operator sendiri sebagai honor pengoperasian mesin tersebut.

Mesin pencacah yang dioprasikan saat ini sebanyak tiga masin pencacah. Dua mesin pencacah didapatkan dari bantuan Universitas Mataram (Unram) dan satu mesin dengan ukuran lebih besar merupakan hasil dari inovasi sendiri.

"Mesin yang saya buat ini kapasitasnya lebih besar dan hasilnya juga lebih lembut karena mesin yang saya gunakan lebih besar dari yang diberikan itu," imbuhnya.

Sampah-sampah yang dikumpulkan dari rumah warga biasanya akan dibawa terlebih dahulu ke tempat pengelolaan untuk dipilih. Mana sampah organik, non organik, dan mana sampah yang tidak bisa diolah. Sampah-sampah yang tidak bisa diolah kemudian akan dibawa ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Pagesangan.

Dalam sehari pupuk yang berhasil didapatkan sebanyak 50 kilogram, dengan jumlah sampah yang dikelola sebanyak satu roda tiga pengangkut sampah. Meski sampah yang berhasil dikelola ini masih sedikit, namun sedikit tidaknya bisa mengurangi jumlah volume sampah yang terbuang ke Tempat Pembuaangan Akhir (TPA).

"Belum banyak sih yang bisa kami hasilkan. Biasnya kalau ada sisa nasi, atau nasi basi di kos-kosan atau rumah warga saya minta jangan dibuang. Saya suruh Linmas untuk kumpulkan nanti itu kita olah menjadi POC. Sampah yang tidak bisa diolah seperti kresek itu kita buang ke TPS. Jadi jumlah sampah yang kita buang sedikit sekali," katanya.

Pengelolaan sampah ini diakui sudah berjalan sejak 2018 lalu dan sudah menghasilkan ratusan kilo pupuk organik padat maupun POC. Diharapkan kedepannya mesin pencacah ini bisa dikembangkan menjadi lebih besar lagi. Agar jumlah sampah yang terkelola lebih banyak lagi.

Sementara itu Sekretaris Lurah Pagesangan Malui sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh kepala lingkungan Pagesangan Indah. Terlebih pengelolaan sampah ini satu-satunya di Kelurahan Pagesangan. Meski jumlah yang bisa dikelola masih sedikit namun sedikit tidaknya bisa mengatasi persoalan sampah di Kota Mataram khususnya di Pagesangan.

"Kami mendorong agar semua lingkungan di Pegesangan ini bisa berinovasi bukan hanya di Pegesangan Indah saja. Ini kami akan coba nantinya untuk kembangkan di semua Lingkungan agar permasalahan sampah ini bisa teratasi," ungkapnya.

Dia berharap mesin pengolahan sampah yang ada di lingkungan Pegesangan Indah ini kedepannya bisa semakin dikembangkan dan semakin besar. Dengan begitu jumlah sampah yang bisa terkelola semakin banyak. Pihaknya kedepan akan mencarikan dana agar bisa mengembangkan mesin tersebut. (cr-par/r3)

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#Pagesangan #Universitas Mataram Unram #Mataram #Pupuk Organik