Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rumah Makan di Aikmel Ini Sudah Ada Sejak Harga Sepiring Nasi Campur Masih Seribu Rupiah

Fatih Kudus Jaelani • Minggu, 3 September 2023 | 20:33 WIB

Rumah Makan Citra di Jalan Pendidikan Nomor 5, Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel.
Rumah Makan Citra di Jalan Pendidikan Nomor 5, Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel.
Sepiring nasi campur tersaji. Ada oseng-oseng, pelecingan daging sapi dan ayam kampung, tempe kuah santan atau pelalah tempe dan sate tusuk daging sapi ragi kacang, ditambah perkedel jagung. Harganya Rp 15 ribu. Terhitung murah untuk hidangan sebanyak dan seenak itu.

Sajian berkelas dengan harga terjangkau ini ada di rumah makan citra yang berlokasi di Jalan Pendidikan Nomor 5, Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel. Saat Lombok Post berkunjung, pemiliknya Hj Baiq Nurul Asmah, 68 tahun, tengah menyiapkan pesanan nasi kotak. “Saya mulai buka warung makan ini tahun 1979,” katanya dibubuhi senyuman tipis.

 

Di tahun 1979, ia berusia 24 tahun. Saat itu, dengan modal yang dikumpulkan sendiri, ia mulai berjualan. Saat itu, tidak jauh dari tempatnya, ada warung makan lain yang cukup terkenal bernama warung makan Gedur milik Haji Nur dan istrinya Hj Nur. Namun seiring waktu berjalan, warung itu tutup karena tak mampu bersaing melawan rumah makan citra.

 

Nama warung makan itu sendiri diambil dari body lotion Citra. Kata dia, sebelumnya ia tak membuat nama apapun untuk warung itu. Namun begitu ada produk body lotion Citra yang iklannya terpampang di mana-mana, ia memilih menamakan warungnya Citra. “Seharusnya kita dibayar karena sudah mempromosikan produknya,” canda Asmah.

 

Di tahun 80-an, rumah makan citra menjadi primadona para pegawai pemerintahan. Tidak hanya di Aikmel, tapi juga wilayah lain seperti Selong. Bahkan pejabat-pejabat eselon II sampai pimpinan daerah kala itu kerap menikmati santap siang di sana.

 

Saat itu, harga sepiring nasi campur masih Rp 1 ribu. Berbicara menu, selain menu wajib yang terhidang untuk pesanan satu piring nasi campur, ada juga tambahan menu lainnya seperti ikan, telur, udang, dan cumi yang bisa dipilih sebagai tambahan. Tapi yang khas dan yang wajib ada di tempatnya adalah ayam kampung dan sate tusuk daging ragi kacang.

 

Ditanya tentang cabang, Asmah mengatakan enggan membuka di tempat lain. Karena ia tak ingin melihat rumah makan citra lainnya yang kualitas sajiannya berbeda. Sedang untuk itu ia harus berada di sana. “Saya itu memperhatikan kualitas bahan. Minyak tidak pernah curah, harus kemasan terbaik. Begitu juga beras, daging, dan bahan lainnya,” tuturnya.

 

Rumah makan ini buka pukul 7 pagi dan tutup pukul 8 malam. Kata Asmah, sejak pandemi Covid-19, hasil penjualannya mengalami penurunan drastis. Saat ini, meski perlahan kondisi kembali normal, kejayaan masa lalu rumah makan citra sejak tahun 80-an sampai akhir 2000-an baginya tak akan pernah kembali terulang. (fatihkudusjaelani)

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#rumah makan #citra #ayam kampung #Aikmel #sate daging sapi