Kota Mataram memiliki target investasi mencapai Rp 1,6 triliun tahun 2023. Berdasarkan catatan pada semester I, tercatat nilai investasi Rp 532 miliar. ”Artinya baru 32 persen nilai investasi jika dilihat dari target,” bebernya.
Pada semester pertama didominasi investor yang membangun hotel, perumahan, dan bisnis lainnya. Nilai investasinya pun cukup tinggi. “Mencapai miliaran rupiah. Itu lah sebagai penopang agar target (Rp 1,6 triliun) dapat tercapai,” jelasnya.
Yang paling mendongkrak, pembangunan hotel Ibis di kawasan Lombok Epicentrum Mall. Nilai Investasinya mencapai Rp 390 miliar. ”Saat ini masih dalam proses pengerjaan,” bebernya.
Tidak hanya itu, ada juga hotel yang bakal dibangun di jalan Terusan Bung Hatta, bekas supermarket Giant Express. ”Yang itu masih dalam kepengurusan Amdal,” kata dia.
Memasuki triwulan III, ada enam investor yang masuk. Nilai investasinya mencapai Rp 180,9 miliar (lihat grafis). ”Jika ditambah dengan investor yang masuk pada semester pertama nilai investasi sudah mencapai 50 persen dari target,” ujarnya.
Di triwulan ke III ini investor yang paling mendominasi adalah jasa angkutan penyeberangan antar provinsi. Nilai investasinya mencapai Rp 96 miliar. “Artinya, segala jenis usaha di Kota Mataram itu masih dijalankan,” kata dia.
Upaya peningkatan investor ke Kota Mataram terus ditingkatkan. Dengan mempermudah prosedur pelayanan izin. ”Proses izinnya pun sudah dilakukan secara online,” bebernya.
Dia berharap hingga akhir tahun nanti semakin banyak investor yang datang ke NTB. Hal itu dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. ”Kami optimis target investasi bisa tercapai,” tutupnya. (arl/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post