LombokPost-Festival kuliner terbesar, Lombok Food Festival (LFF) volume 3 pada 14-15 Oktober sukses digelar. Beragam kuliner khas Lombok dan Sumbawa yang disuguhkan dalam event tersebut diserbu banyak pengunjung.
Event yang digelar Lombok Womanpreneur Club (LWC) ini dinilai mampu menggerakkan ekonomi para pelaku UMKM. Tercatat sebanyak 45 UMKM kuliner NTB hadir dalam event tersebut.
“Even Lombok Food Festival ini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” kata Hj Lale Prayatni Gita Ariyadi pada event Lombok Food Festival di halaman parkir timur Lombok Epicentrum Mall, kemarin (15/10).
Istri Penjabat Gubernur NTB HL Gita Ariadi ini mengatakan, berkat event ini banyak kuliner-kuliner khas bahkan legend NTB semakin dikenal. Festival kuliner ini juga menjadi ajang inspirasi dan motivasi bagi para pelaku ekonomi kreatif di NTB.
Karena itu, Hj Bunda Lale berharap pelaku UMKM untuk tetap berkreasi menghasilkan produk terbaik. “Kita harapkan UKM-UKM agar berbenah dan memanfaatkan peluang ekonomi yang akan terjadi, kita jangan jadi penonton. Makanya ini bukti nyata kita untuk NTB,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Hj Bunda Lale juga melakukan demo masak nasi rasul. Menu ini dipilih karena saat ini masih dalam suasana Maulid Nabi Muhammad SAW.
Menurut Hj Bunda Lale, nasi rasul menjadi hidangan wajib saat peringatan Maulid di Lombok. Makanan ini memiliki sebutan berbeda di berbagai daerah. Terbuat dari beras ketan yang diberi kunyit sebagai pewarna alami.
“Di tempat lain ada nasi kuning dengan aneka lauk. Di Lombok ini ada nasi rasul,” katanya.
Peringatan Maulid di Lombok, kata Hj Bunda Lale terbilang unik. Sebab itu digelar selama satu bulan penuh, sesuai jadwal di tiap-tiap kampung. Artinya, selama satu bulan penuh, semua warga Lombok bisa menikmati nasi rasul.
Nasi rasul ini dihidangkan bersama beragam kuliner khas lainnya. Itu disediakan di dalam sebuah wadah yang bernama dulang penamat. “Ini (dulang penamat, Red) biasanya dibungkus jadi oleh-oleh atau berkat yang akan dibawa pulang. Itu adalah tradisi masyarakat dalam merayakan Maulid,” tandasnya.
Founder Lombok Womanpreneur Club (LWC) Indah Purwanti Ningsih berterima kasih atas dukungan berbagai pihak dalam kegiatan Lombok Food Festival. Mulai dari Bank Indonesia, Kemenkopukm RI, Kemenparekraf RI, Pemprov NTB, dan lainnya.
“Kami menyelenggarakan kegiatan ini tujuannya untuk melestarikan dan mengenalkan aneka kuliner tradisional di Lombok dan Sumbawa,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Penjabat Gubernur NTB H Lalu Gita Ariyadi mengatakan, Provinsi NTB berhasil mengendalikan inflasi dengan baik. Menciptakan stabilitas ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat.
Berdasarkan pantauannya terhadap stabilitas ekonomi daerah, secara nasional, inflasi NTB di bawah angka 3, yakni 2,29 poin. Jumlah ini lebih tinggi sebesar 0,01 poin dari rata-rata nasional yang sebesar 2,28 poin. “NTB berada pada posisi papan tengah,” ucapnya.
Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan NTB Berry Arifsyah Harahap mengatakan, kuliner tidak hanya memuaskan selera. Tetapi juga menjadi jendela budaya, sejarah, dan identitas suatu daerah, yang nantinya menjadi salah satu daya tarik.
Bank Indonesia bersama LWC menyelenggarakan Lombok Food Festival 2023 untuk memperkenalkan kekayaan kuliner dan ekonomi kreatif NTB kepada dunia. Terlebih lagi di tengah momentum pagelaran MotoGP 2023 di sirkuit Mandalika.
“Melalui event ini kami ingin memberdayakan pelaku UKM untuk terus berinovasi,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga ingin memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas produk. Sehingga ke depannya dapat menangkap peluang ekspor produk non tambang. “Ini menjadi tugas kita bersama dan mempercepat pengembangan sektor pariwisata, turut berperan dalam pengembangan wisata khususnya destinasi wisata perioritas Mandalika,” jelasnya.
Selain Lombok Food Festival, pihaknya bersama ITDC juga menggelar bazar Mandalika di KEK Mandalika. Ini akan menjadi lokasi sumber pengembangan UMKM, kuliner, dan oleh-oleh khas NTB. Pihaknya juga bekerja sama dengan Kemenparekraf untuk mengadakan planogram goes to Mandalika di BIZAM.
“Dalam rangka memajukan pariwisata di NTB, kami merasa penting untuk mempromosikan kekayaan kuliner dan ekonomi kreatif di NTB sebagai salah satu daya tarik wisatawan,” tandasnya.
Mewakili Gubernur Bank Indonesia, Direktur Departemen Regional Bank Indonesia Prijono mengatakan, geliat daya beli di NTB, khususnya Kota Mataram semakin meningkat. Hal ini terlihat dari banyaknya pembangunan yang sudah dilakukan.
“Saya lihat banyak sekali rumah yang dibangun sepanjang jalan bandara. Hotel juga sudah semakin banyak,” ujarnya.
“Harapan ke depannya bisa terus meningkat, termasuk salah satu pagelaran MotoGP ini. Ini adalah momen yang bagus,” imbuhnya.
Dibeberkannya, Indonesia saat ini masih bisa menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang baik, dibandingkan negara lain di dunia. Seperti China, Amerika, dan lainnya, saat ini sedang mengalami pertumbuhan yang melambat.
“Makanya dikondisi yang tidak pasti, Indonesia masih bisa menunjukkan perekonomian yang baik. Makanya ini harus kita syukuri bersama-sama dan perlu dimanfaatkan sangat baik,” terangnya.
Menurut mantan Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan NTB ini, sektor penyediaan makan dan minum menjadi faktor pendorong ekonomi Indonesia jadi bagus. Termasuk event kuliner hingga MotoGP Mandalika, termasuk di dalamnya yang mendongkrak perekonomian.
Untuk diketahui, LFF tahun ini juga menyajikan banyak festival menarik. Di antaranya, festival sate khas Lombok, festival jajanan khas Lombok, Maulid, road show demo masak bersama istri Pj Gubernur NTB, masak 5.000 porsi ayam Taliwang bersama food vlogger Tanboy Kun, Zumba bersama artis Asri Welas, dan lainnya.
Festival ini diklaim juga turut mendukung program digitalisasi payment yang digalakkan Bank Indonesia. Proses transaksi selama festival memanfaatkan QRis sebagai alat pembayaran. Bahkan ada beberapa varian kuliner yang bisa dinikmati gratis dengan syarat scan Rp 1 dengan QRIS.
Penggunaan QRIS dinilai akan memudahkan pengunjung lantaran cukup menggunakan smartphone. Disamping itu, para penjual juga tidak perlu kerepotan lantaran harus memikirkan kembalian. Di samping itu, setiap transaksi para UKM juga lebih terlindungi. (fer)
Editor : Haliludin