Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kenapa Kursi Panjang di Trotoar Kota Mataram Berwarna Kuning, Ini Alasan Pemkot

Miq Ade • Sabtu, 21 Oktober 2023 | 13:55 WIB
Salah satu titik kursi panjang dengan cat warna kuning terpasang di depan kantor Wali Kota Mataram.
Salah satu titik kursi panjang dengan cat warna kuning terpasang di depan kantor Wali Kota Mataram.
 
 
LombokPost-Pemerintah Kota Mataram melanjutkan penataan pedestrian jalan di sepanjang jalan Pejanggik. Salah satunya dengan mengganti kursi panjang warna gelap dengan kursi panjang warna kuning. 
 
Kursi panjang itu sudah terpasang di banyak titik. "Ini komponen lanjutan penataan pedestrian jalan," kata Asisten 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Mataram Miftahurrahman, Jumat (20/10). 
 
Keberadaan kursi panjang warna kuning itu dibenarkan sebagai bagian dari penataan. "Dan ada juga treegate (ornamen di akar pohon)," jelasnya. 
 
Proses pemasangan tengah berlangsung. Dipasang sepanjang jalan protokol. "Kita pasang di sejumlah titik," jelasnya. 
 
Pemasangan ornamen kursi panjang warna kuning dan treegate itu untuk menambah keindahan kota. "Memberi rasa nyaman bagi pejalan kaki. Kalau capek setelah joging bisa duduk-duduk," ujarnya. 
 
Penempatan kursi panjang warna kuning itu juga telah disesuaikan agar tidak menganggu pejalan kaki. Mempertimbangkan kenyamanan pejalan kaki yang melintas di trotoar. 
 
"Tidak ganggu, kita cari space (trotoar) yang luas untuk dipasang, jadi sudah kita atur," jelasnya. 
 
Fungsi lainnya di samping tempat istirahat adalah untuk berswafoto. "Jadi bisa dinikmati semua orang," harapnya.
 
Anggaran keseluruhan penataan pedestrian jalan protokol itu sebesar Rp 3,4 miliar. "Penataan dilakukan dari simpang BI sampai Karang Jangkong," paparnya. 
 
Jumlah kursi panjang warna kuning sebanyak 15 titik. "Kita arahkan di titik-titik seperti perkantoran dan sekolah," jelasnya. 
 
Penataan masih difokuskan untuk kawasan jalan protokol Pejanggik. "Tidak ada ke Udayana, karena bukan bagian dari penataan jalan Pejanggik," jelasnya. 
 
Sementara itu, menghindari agar kursi dan treegate dicuri orang yang tak bertanggung jawab, Miftah telah meminta agar pemasangan lebih kokoh. Menguncinya menggunakan angker besi. 
Namun yang terpenting adalah keinginan bersama menjaga agar berbagai fasilitas yang dipersiapkan pemerintah dijaga dan dirawat bersama. Keberadaan berbagai fasilitas itu ditekankan untuk memberi kenyamanan semua orang. 
 
"Jadi mari kita awasi dan pelihara bersama," imbaunya. 
 
Mengapa warna kursinya kuning? 
 
Miftah mengatakan pemilihan warna itu murni karena pertimbangan estetika dan kecantikan ibu kota. "Kalau malam (warna kuning) kelihatan terang dia," ujarnya. 
 
Sedangkan warna yang gelap cenderung tidak terlihat malam hari. Termasuk di bawah lampu dengan cahaya remang-remang. "Kalau abu hitam nggak kelihatan," ujarnya. 
 
Miftah membantah warna kuning itu, ada kaitannya dengan pemilu. Atau condong ke warna partai politik (parpol) tertentu. "Yang jelas tidak ada hal-hal seperti itu, ini murni estetika," pungkasnya. (zad)
 
Editor : Kimda Farida
#Kuning #protokol #Jalan #kursi #Pedestarian #asisten #Mataram #trotoar