Terhitung mulai 19 Oktober 2023 lalu, Rudy menjabat sebagai Lurah Bintaro. Sejumlah konsep pembangunan pun telah disiapkannya membangun tempat kelahirannya.
“Alhamdulillah saya mendapat amanah pimpinan (wali kota dan wakil wali kota) kembali ke Bintaro sebagai lurah,” ucapnya penuh syukur ditemui Lombok Post.
Rudy, sapaannya memang warga asli kelahiran Lingkungan Telaga Mas Bintaro. Namun kala itu, Bintaro belum menjadi kelurahan karena menjadi bagian dari Ampenan Utara.
Selain menjadi tempat lahirnya, Rudy sudah tidak asing lagi dengan kelurahan ini.
Maklum, ia berangkat dari nol menjadi staf honor di Kelurahan Bintaro sejak tahun 2007.
Semenjak awal pemekaran kelurahan ini. Seluk beluk Bintaro, persoalan, serta potensi wilayah ini sudah ia hafal. Maklum ia sudah bertahun-tahun menjadi honorer di sini.
Pada tahun 2013, ia mendaftar sebagai CPNS dan lulus. Pada tahun 2014 ia kemudian dipindahkan ke Kantor KPU sebagai tenaga Sekretariat.
“Saat itu saya diminta untuk membantu KPU Kota Mataram menyiapkan inovasi meningkatkan partisipasi pemilih,” kenang pria yang juga menjadi Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat (KORMI) Kota Mataram tersebut.
Setelah setahun di Kantor KPU Kota Mataram, ia kemudian ditarik ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang saat ini berubah menjadi Badang Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Rudy mengaku dirinya mendapat banyak pengalaman berharga di BKPSDM. Bagaimana mengelola pegawai yang dinilainya sangat kompleks. Terutama memaksimalkan potensi pegawai. “Pengalaman saya di BKPSDM inilah yang ingin saya maksimalkan nanti di Kelurahan Bintaro,” paparnya.
Kemudian pada tahun 2018 lalu, ia juga sempat ditugaskan Pemkot Mataram untuk membantu awal terbentuknya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang sebelumnya merupakan badan adhoc berupa Panwaslu (Panitia pengawas pemilu).
Setelah Bawaslu terbentuk, sekali lagi ia kembali ditarik di BKPSDM sebelum akhirnya 19 Oktober 2023 lalu dilantik oleh pasangan Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana dan wakilnya TGH Mujiburrahman menjadi lurah.
“Terus terang saya tidak menyangka akan kembali lagi ke Bintaro sebagai lurah,” akunya.
Ia teringat ucapan salah satu tokoh masyarakat yang sudah wafat di Bintaro. Ketika dia pindah dari Kelurahan Bintaro, salah satu tokoh masyarakat menyampaikan kepadanya kelak ia pasti akan kembali ke Kelurahan Bintaro. “Katanya dulu ke saya, kamu pergi dengan peluru kosong, kelak kamu akan kembali dengan peluru terisi,” kenang pria murah senyum ini.
Kini, dengan amanah yang ia emban baru sekitar dua pekan, ia bakal mulai tugasnya dengan melakukan pembenahan di internal kelurahan. Kemudian ia akan mengajak masyarakat bersama-sama membangun Bintaro.
“Saya selalu mengatakan kepada masyarakat jika saya tidak bisa membangun kelurahan tanpa bantuan dan dukungan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga berharap kepada masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang tidak jelas dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.
“Saya akan bekerja secara profesional membangun kampung halaman saya sendiri,” sambungnya.
Potensi Bintaro dikatakannya sangat besar. Sebagai daerah penghasil ikan tangkapan nelayan, ia tidak ingin Bintaro hanya sebagai produsen. Ke depan, ia ingin wilayah ini juga sebagai pengolah. Paling tidak bisa seperti Loang Baloq dan Tanjung Bias.
“Jangan sampai ikan semua keluar ke Nipah. Kami ingin memaksimalkan potensi Bintaro agar menyerap lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Saya sudah siapkan konsepnya untuk Bintaro nantinya menjadi wisata kuliner juga,” urainya.
Ini yang akan bersama-sama ia wujudkan bersama masyarakat. Terlebih di Bintaro disebutnya ada enam kelompok nelayan dan satu pengolah yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) binaan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Ini yang nanti akan ditularkan kepada masyarakat di Bintaro.
“Potensi kita benar-benar di lirik oleh Kementerian. Maka, kami ingin Bintaro ini menjadi bagian dari kelurahan yang mengharumkan Kota Mataram,” harapnya.
Rudy juga menyampaikan jika potensi SDM di Bintaro sebenarnya juga tidak kalah dari tempat lain. Terbukti dengan adanya satu putra asli Lingkungan Telaga Mas yang mendapat sertifikat nasional untuk juri tarik tambang.
Kemudian warga di kelurahan ini juga masih menjaga tradisi permainan dan olahraga tradisional seperti gobak sodor dan gangsing. Ini adalah satu hal yang ingin ia maksimalkan.
“Karena kita di NTB tahun 2025 akan menjadi tuan rumah Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS),” bebernya. Melalui olahraga, ia ingin mengangkat marwah Kelurahan Bintaro dan Kota Mataram.
Ahmad Aspan, ketua lembaga masyarakat nelayan Kota Mataram mengaku bersyukur memiliki lurah yang memang berasal dari Bintaro. Ini memang sudah lama menjadi harapan masyarakat.
“Gagasan pak lurah ini memang sudah menjadi harapan kami warga di sana. Makanya kami sangat bersyukur dengan lurah baru ini, kami berharap ke depan Bintaro akan semakin maju dan dikenal sehingga masyarakat bisa sejahtera,” ungkapnya. (ton/r3/*)
Editor : Redaksi Lombok Post