LombokPost-Mataram Water Park (MWP) di kawasan Udayana, Mataram, belum bisa menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD).
”Belum ada PAD yang kita setor,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Mataram Suhartono Toemiran.
Selama MWP beroperasi, pihaknya tidak pernah menarik biaya tiket. Siapa yang ingin datang mandi, gratis.
“Kami belum menarik biaya satu rupiah pun di MWP,” terangnya.
Menurutnya, MWP cukup potensial dikembangkan menjadi wahana bermain air.
Hanya saja, terhambat keuangan daerah.
”Tidak bisa kita kembangkan karena anggaran terbatas,” ujarnya.
Makanya untuk sementara hanya dijadikan sebagai tempat rekreasi gratis bagi masyarakat.
Belum layak untuk dijadikan komersial.
”Fasilitasnya terbatas,” kata dia.
Jangankan untuk menarik tiket, diminta gratis pun masyarakat tidak mau datang.
”Kami sudah menggandeng sejumlah sekolah agar mengadakan renang di MWP. Itu kami berikan gratis. Tetapi, tidak ada yang mau,” ujarnya.
Pihaknya sudah menyerahkan desain untuk pengembangannya.
Desain tersebut sudah diserahkan ke Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana.
“Tujuannya untuk dilakukan revitalisasi oleh pusat,” bebernya.
Namun, sampai sekarang belum dijawab pusat.
Rencananya akan dijadikan sebagai tempat wahana bermain air bagi anak.
Untuk mewujudkan itu perlu perbaikan total yang dilakukan.
“Di desain itu kami bedakan tempat bermain air anak dengan orang dewasa yang memang untuk berlatih renang,” ujarnya.
Jika dalam kondisi saat ini dipaksakan untuk rekreasi tentu bakal membahayakan pengunjung. Karena kolamnya cukup dalam.
”Makanya perlu perbaikan total,” kata dia.
Kalau untuk pembinaan olahraga prestasi masih cocok dan bisa digunakan. Tetapi untuk rekreasi tentu tidak representatif.
”Makanya di MWP itu kita berikan pada klub renang yang mengembangkan olahraga prestasi untuk berlatih di situ,” kata dia.
Hartono mengatakan, saat ini pihaknya masih mencari investor yang ingin mengembangkan wahana rekreasi. Nanti bisa dikembangkan.
”Dengan pihak ketiga bisa saja kita lakukan. Nanti kita kontrak dengan catatan investornya ingin membangun tempat itu,” kata dia.
Dengan begitu, kawasan tersebut bisa dikembangkan lebih baik. Sehingga, dapat memunculkan PAD bagi daerah.
”Yang penting bisa dikelola dan dimaksimalkan untuk penarikan PAD,” harapnya. (arl/r3)
Editor : Marthadi