Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BPBD Mataram Bakal Tambah Tower Peringatan Dini Tsunami di 8 Kelurahan

Marthadi Zuk • Selasa, 19 Desember 2023 | 00:16 WIB

 

Perahu berjejer di pantai Ampenan, beberapa waktu lalu. Wilayah tersebut yang paling rentan dihantam tsunami.
Perahu berjejer di pantai Ampenan, beberapa waktu lalu. Wilayah tersebut yang paling rentan dihantam tsunami.
 

LombokPost-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram akan menambah tower peringatan dini tsunami di delapan kelurahan tahun 2024.

”Kita pasang tower EWS (Early Warning System) di kelurahan yang berada di kawasan pesisir pantai,” kata Kepala BPBD Kota Mataram Mahfuddin Noor.

Delapan kelurahan yang akan dipasangkan TEWS antara lain Bintaro, Ampenan Tengah, Ampenan Selatan, Tanjung Karang, Tanjung Karang Permai, Kekalik Jaya, dan Jempong Baru.

Pemasangan alat tersebut untuk mendeteksi lebih cepat potensi tsunami.

”Sehingga dapat mengurangi resiko korban,” ujarnya.

Sehingga, jangkauan peringatan dini tsunami di wilayah Mataram lebih luas. Karena, saat ini baru ada dua TEWS yang terpasang di wilayah Ampenan.

”Kita perlu penambahan lagi,” kata dia.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Rencananya, tahun depan akan dipasangkan. ”Kita semua terima jadi saja,” kata dia.

Tidak hanya TEWS yang akan diberikan. Rencananya tahun depan akan dibangunkan gedung pusat pengendali operasi (Pusdalops) penanggulangan bencana.

”Kita sudah usulkan. Desain dan usulan kita sudah masuk di BNPB,” jelasnya.

Gedung Pusdalops tersebut bukan hanya dibangun di Mataram saja. Melainkan di 29 kabupaten/kota lain di Indonesia.

Kebetulan Kota Mataram juga masuk dalam program Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP).

 ”Jadi anggarannya dari pusat. Kita hanya menerima manfaatnya saja,” ujarnya.

Untuk mendapatkan pembangunan gedung tersebut Pemerintah Daerah (Pemda) hanya menyiapkan lahan. Luasannya minimal empat are.

”Kalau lahan sudah kita siapkan. Tinggal proses pembangunannya saja. Tahun depan sudah kita bisa bangun,” kata dia.

Rencananya, gedung Pusdalops itu nantinya akan dijadikan sebagai gedung media center.

Sekaligus menjadi command center bencana.

”Sehingga prose penanganan bencana di Kota Mataram bisa dilakukan lebih cepat,” kata dia.

Dia berharap dengan adanya pembangunan gedung tersebut, masyarakat tetap aman dan nyaman. Terhindar dari risiko bencana.

”Kita sih tidak menginginkan adanya datang bencana. Tetapi, ini sebagai bentuk ikhtiar untuk mengurangi resiko. Mudah-mudahan kita dihindari dari bencana alam,” harapnya.

Mahfuddin mengatakan, melalui program Idrip, delapan kelurahan sedang disusun sudah menjadi kelurahan tangguh bencana.

Memiliki indikator penanggulangan bencana yang berbasis komunitas. ”Dari dan untuk masyarakat,” ujarnya.

Saat ini sedang dipersiapkan penyusunan peta kerawanan dari masyarakat. Sebagai langkah kontijensi untuk mengantisipasi bencana. ”Itu sebagai bentuk antisipatif,” pungkasnya. (arl/r3) 

 

 

Editor : Marthadi
#Tower EWS #Tsunami #BPBD #Ampenan #peringatan