Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Angkringan Bohlam, Usung Konsep Biasa Aja Tapi Jadi Favorit Kawula Muda di Mataram

Kimda Farida • Sabtu, 10 Februari 2024 | 14:55 WIB
RAMAI: Angkringan Bohlam yang berada di Jalan Pancaka, Mataram menjadi salah satu tempat tonkrongan   favorit kawula muda.
RAMAI: Angkringan Bohlam yang berada di Jalan Pancaka, Mataram menjadi salah satu tempat tonkrongan favorit kawula muda.

LombokPost--Angkringan Bohlam menjadi salah satu tempat bersantai kawula muda di Kota Mataram yang hampir tak pernah sepi.

Berlokasi di Jalan Pancaka, tempat nongkrong ini buka hingga subuh. 

"Kami memang buka menyesuaikan dengan jam bersantai warga khususunya kawula muda yaitu mulai pukul 17.00 sampai 03.00 Wita," kata Aldi, pengelola Angkringan Bohlam.

Menu yang ditawarkan di tempat ini biasa tersedia di angkringan pada umumnya, seperti kopi, minuman dingin beberapa makanan ringan serta berat.

Untuk harga, pengelola memang sengaja memberi harga yang sangat terjangkau. Inilah yang menjadi alasan utama mengapa Angkringan Bohlam selalu ramai dengan pengunjung.

"Harga makanan dan minuman yang kami jual di sini mulai dari Rp 3.000– Rp10.000 an saja," ujar Adi.

Kafe ini mengusung konsep sederhana atau dalam istilah Gen Z, B aja (biasa saja). Terlihat dari meja dan bangkunya yang terbuat dari kayu.

Satu satunya ornamen yang terlihat mencolok disana hanyalah selang kecil bening yang diisi lampu kuning kecil kemudian dibuat membentuk lampu sehingga nampaklah sebuah bohlam terang menempel di dinding.

Meski merupakan angkringan sederhana, kafe ini juga menyediakan fasilitas wifi gratis. 

"Alasan saya mendirikan angkringan ini cuma kepengen ada tempatyang bisa saya gunakan untuk duduk-duduk santai saja, karena dari dulu saya seneng nongkrong bareng temen-temen sambil ngopi,'' ujar Aldi.

Pemuda asal Seganteng, Mataram ini menambahkan, nama bohlam digunakannya terisnpirasi dari simbol kreativitas yakni lampu.

“Awalnya bingung mau namain apa, terus tiba-tiba seolah ada lampu di atas kepala saya, dan kepikiran untuk ngasih nama bohlam saja,” ujar Aldi.

 

 

Salah satu pengunjung, Tarmizi menceritakan alasannya memilih Angkringan Bohlam sebagai tempat yang tepat untuk menikmati secangkir kopi bersama temannya sembari berdiskusi.

“Menurut saya, angkringan seperti Bohlam ini cocok banget buat mahasiswa seperti saya, terebih anak kos, nyari tongkrongan yang harga makanan dan minumannya akrab sama dompet,” ujarnya. (ksj)

 

 

 

Editor : Kimda Farida
#angkringan #kafe murah #Mataram