LombokPost-RSUD Provinsi NTB dan Department Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Mataram menggelar acara Guest Lecture yang menghadirkan Prof. Kai-Wen, MD, MS, Ph.D, Sabtu (17/2). Ia adalah seorang ahli di bidang Intervensional Oncology (penanganan kanker) dari Departemen Bedah, National Taiwan University Hospital, Taipei.
“Profesor Kai-Wen kami hadirkan untuk memberikan wawasan mendalam mengenai teknik Cryoablation yang inovatif. Dengan fokus pada pengobatan kanker di organ-organ vital seperti ginjal, paru-paru, sistem muskuloskeletal (MSK), dan hati,” jelas Direktur RSUD Provinsi NTB dr. HL Herman Mahaputra.
Dokter Jack, sapaann karib Direktur RSUD Provinsi NTB menegaskan pentingnya kegiatan semacam ini dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan di wilayah NTB. Ditambah, melalui kegiatan ini ia berharap dapat menjalin kerjasama dengan Departemen Bedah, National Taiwan University Hospital.
“Cryosurgery merupakan inovasi baru pada bidang Kesehatan dan dapat memberikan manfaat besar dalam tatalaksana kanker,” paparnya.
Prosedur ini non-invasif, tidak memerlukan pembedahan besar, dan minimal merusak jaringan sehat. Dengan waktu pemulihan yang singkat. Cryosurgery adalah alternatif inovatif yang bisa diterapkan pada pasien yang tidak cocok untuk pembedahan konvensional.
Keunggulan ini membantu mengurangi risiko komplikasi, mempercepat pemulihan, dan memberikan harapan baru dalam pengobatan kanker. RSUD Provinsi NTB telah menggunakan cryosurgery untuk tatalaksana kanker. Dengan memiliki alat cryosurgery, RSUD Provinsi NTB berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dalam penanganan kanker.
“Ini adalah langkah positif dalam meningkatkan akses dan kesadaran akan opsi pengobatan modern di daerah ini. Kami siap menjadi mitra dalam perjuangan melawan kanker dan meningkatkan kesehatan masyarakat NTB,” jelasnya.
Cryosurgery merupakan salah satu inovasi terbaru di bidang kesehatan untuk penangakan kanker. Di Indonesia, alat ini baru dimiliki oleh dua rumah sakit. RSUD Provinsi NTB menjadi salah satunya. Sebagai rumah sakit rujukan kelas A Dokter Jack bertekad ke depan rumah sakit ini tidak hanya memiliki pelayanan yang semakin lengkap juga modern dan terupdate.
“Terima kasih kepada semua pihak yang menginisiasi kuliah umum pemanfaatan alat ini. Mudah-mudahan ini mejadi terobosan baru untuk kita tetap gaspol membangun RSUD NTB ini sebagai rumah sakit terbaik di Indonesia Timur,” harapnya.
Kepada Prof Kai-Wen, Dokter Jack berharap ke depan RSUD NTB juha bisa bekerja sama dengan pihak rumah sakit di Taiwan untuk menjadi Sister Hospital. Dimana, para tenaga medis atau dokter spesialis yang ada di NTB belajar ke Taiwan bertukar pengalaman dan pengetahuan. Muaranya, angka kesehatan masyarakat NTB ke depan bisa meningkat.
“Karena terus terang akhir-akhir ini semakin banyak kasus kanker. Padahal dulunya tidak sebanyak ini. Sekarang kunjungan (untuk kasus kaker) dari pagi hingga sore bahkan sampai malam. Dengan adanya alat ini bisa menjawab semua masalah kanker,” ucap mantan Direktur RSUD Kota Mataram ini.
Sementara Prof Kai Wen mengatakan pihaknya berterima kasih diundang dalam kegiatan ini. Ia merasa terhormat dan semangat melihat antusias para tenaga medis atau dokter di RSUD NTB mendengarkannya mempresentasikan terkait sejumlah materi dalam kuliah umum tersebut. “Terima kasih kami telah diudang kemari,” ucapnya. Ia mengapresiasi semangat jajaran direksi dan para tenaga kesehatan yang ada di RSUD NTB karena terus mau belajar mengupdate ilmu terbaru tentang dunia kesehatan.
Sehingga ini tentu akan berdampak terhadap peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat NTB. (ton)
Editor : Rury Anjas Andita