Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tambah Stok untuk Idul Fitri, Pertamina Patra Niaga Siapkan 250 Ribu Tabung LPG di NTB

Kimda Farida • Rabu, 10 April 2024 | 13:38 WIB
TERUS DITAMBAH:  Pertamina Patra Niaga memberikan jatah tambahan tabung LPG setiap kabupaten/kota di NTB  bervariasi mulai dari paling kecil 137,4 persen hingga 251,9 persen.
TERUS DITAMBAH: Pertamina Patra Niaga memberikan jatah tambahan tabung LPG setiap kabupaten/kota di NTB bervariasi mulai dari paling kecil 137,4 persen hingga 251,9 persen.

LombokPost— Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus menggelontorkan tambahan 253.440 tabung LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi secara bertahap mulai dari H-7 hingga H+7 Lebaran.

Upaya ini dilakukan guna menambah rasa aman dan nyaman masyarakat NTB dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1445 H.

Jumlah tersebut 172,5 persen lebih besar dari Konsumsi Normal Harian LPG 3 kg bulan April sebesar 146.930 tabung/hari atau setara 440,8 metrik ton/hari. 

Area Manager Comm, Rel & CSR Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, konsumsi LPG secara keseluruhan di bulan Ramadan Idul Fitri diprediksi naik 10 persen dengan puncak konsumsi H-3 hingga H+2 Idul Fitri.

“Kami tidak ingin momen hari raya ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang mengambil keuntungan dengan meningkatkan harga jual diatas harga eceran tertinggi (HET). Sehingga kami persiapkan sekitar lebih dari 250 ribu  tabung dengan tujuan menstabilkan harga di masyarakat,” ujar Ahad.

Menurutnya, stok LPG untuk wilayah NTB cenderung sangat aman.

Ditopang oleh dua terminal LPG, yakni Supply Point Utama Terminal LPG Sekotong dan Integrated Terminal Bima  dengan total stok LPG saat ini mencapai 1779,4 metrik ton.

Jumlah stok tersebut diyakini sangat aman dengan konsumsi normal harian 434 metrik ton per hari.

Adapun tambahan tabung LPG yang diberikan untuk kota/kabupaten berbeda besarannya berdasarkan pantauan kenaikan konsumsi dengan daftar terlampir.

“Setiap kabupaten/kota di NTB mendapatkan tambahan yang bervariasi mulai dari paling kecil 137,4 persen hingga 251,9 persen berdasarkan proyeksi peningkatan konsumsi di masing-masing daerah,” sambung Ahad.

Meski demikian ia menyayangkan masih banyak masyarakat yang enggan membeli LPG ke pangkalan LPG resmi Pertamina.

“Rata-rata alasannya (tidak beli di pangkalan-red) karena praktis cari yang dekat saja. Kalau begitu, ketika harganya melambung di pengecer harusnya masyarakat tidak perlu resah akibat pilihan sendiri,” ujarnya.

Padahal di pangkalan tersedia stok LPG melimpah dengan harga sesuai HET.

“Ini sama halnya seperti mengeluhkan harga BBM eceran. Untuk itu, kami menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan pembelian di pangkalan resmi pertamina dengan jumlah yang wajar sesuai kebutuhan agar mendapat harga HET NTB Rp 18.000,” sesal Ahad.

Untuk mengetahui informasi seputar pangkalan resmi Pertamina terdekat tempat tinggal, masyarakat dapat menghubungi melalui Call Center 135.

Informasi resmi seputar layanan Pertamina dapat diakses juga melalui sosial media perusahaan @pertaminapatraniaga dan @patraniaga.jatimbalinus. (ksj)

Editor : Kimda Farida
#pertamina patra niaga #NTB #stok lpg