Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dikejar Bau Sampah TPST Sandubaya, DLH Kota Mataram Kebut Angkut 350 Ton ke Kebon Kongok

Kimda Farida • Senin, 8 Juli 2024 | 15:39 WIB
KERJA KERAS: Operator pengangkut sampah naik ke atas truck pengangkut sampah saat hendak mengangkut sampah yang bertumpuk di TPST Sandubaya, Minggu (7/7). (Harli/Lombok Post)
KERJA KERAS: Operator pengangkut sampah naik ke atas truck pengangkut sampah saat hendak mengangkut sampah yang bertumpuk di TPST Sandubaya, Minggu (7/7). (Harli/Lombok Post)

LombokPost--Sampah yang masih menumpuk belum seluruhnya diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok.

Baru terangkut sekitar 300 ton sampai Minggu (7/7) dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya ke Kebon Kongok.

”Sisanya tinggal 350 ton sampah yang belum terangkut,” kata Kabid Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Vidi Partisan Gumanjaya.

Ditargetkan, sampah yang masih menumpuk di TPST Sandubaya tersebut seluruhnya diangkut pada Selasa (9/9) dengan memanfaatkan double pengangkutan.

”Supaya cepat habis, masing-masing truk harus mengangkut dua kali sehari. Biasanya mereka mengangkut satu kali sehari,” jelasnya.

Sampah yang menumpuk tersebut sudah mengeluarkan bau. Jangan sampai, bau sampah itu tercium meluas.

Letak TPST Sandubaya ini berada di belakang kantor penyimpanan Bulog. Berdekatan juga dengan komplek pertokoan di wilayah Sweta.

“Karena sampah yang menumpuk sudah mengeluarkan bau. Makanya kita percepat proses pengangkutannya ke TPA Kebon Kongok,” kata dia.

Sebelumnya, TPST Sandubaya bakal ditutup. Dikarenakan, Kota Mataram sudah memiliki TPST Modern.

”Tetapi karena TPA Kebon Kongok ditutup, sehingga kami buka kembali untuk menampung sampah yang tidak terangkut,” jelas Vidi.

Kemungkinan besar TPST Sandubaya itu tidak jadi ditutup.

Disebabkan, TPST Modern yang baru tidak seluruhnya bisa menampung sampah untuk diolah.

“Tetap sepertinya kita akan buka TPST Sandubaya ini (yang lama),” ungkapnya.

TPST Modern Sandubaya awalnya akan digunakan untuk mengolah sampah yang dihasilkan dari dua kecamatan. Yakni, Sandubaya dan Cakranegara.

”Potensi sampah di dua kecamatan itu diperkirakan mencapai 60 ton,” bebernya.

Sayangnya, TPST Modern Sandubaya itu hanya mampu mengelola sampah 46 ton. Sehingga, tidak memungkinkan untuk mengolah seluruh sampah.

”Pernah kita meminta coba untuk mengolah seluruh sampah yang dihasilkan dari dua kecamatan itu (60 ton). Tetapi, ditegur sama pihak Kementerian. Sebab kapasitas pengolahannya itu hanya 46 ton. Tidak boleh dipaksakan,” kata Vidi.

Jika dipaksakan memiliki dampak terhadap mesin. Bisa lebih cepat rusak.

”Makanya jika ingin menambah volume pengolahan sampah, kami diminta untuk mengajukan permohonan pengadaan mesin,” kata dia.

Permohonan penambahan mesin sudah disiapkan. Tinggal nanti akan dikoordinasikan dengan Kementerian.

“Mudahan saja bisa ditambah, agar pengolahan sampahnya bisa lebih maksimal. Kalau sekarang dipaksakan mengelola sampah semuanya, mesinnya bisa lebih cepat rusak,” terangnya.

Vidi menerangkan, sisa 14 ton yang tidak bisa diolah di TPST Modern Sandubaya akan ditampung di TPST Sandubaya yang lama.

”Itu yang menyebabkan tidak memungkinkan kami akan tutup permanen TPST Sandubaya ini,” pungkasnya. (arl/r3)

Editor : Kimda Farida
#TPST Sandubaya #sampah #DLH Kota Mataram #TPA Kebon Kongok