“Itulah mengapa dua hal ini kami antisipasi dengan membentuk Satgas pemantau pergerakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tim investigasi APBD,” kata bakal calon Bupati Lombok Tengah Ruslan Turmuzi pada awak media di Kota Mataram, kemarin (2/9).
Menurutnya, biasanya calon petahana akan cenderung menggunakan dua hal tersebut. Kata Ruslan, hal itu sebelumnya telah ia tegaskan pada saat menyampaikan sambutan saat mendaftarkan diri di KPU Lombok Tengah. Menurutnya, hal itu bisa saja terjadi.
Upaya sebagai penantang petahana itu dilakukan Ruslan-Normal dalam upaya menegakkan jalannya demokrasi yang baik dan sehat. Menurutnya, sejauh ini ia telah membangun tim relawan yang berbasis akar rumput.
“Bukan dari elit. Tapi relawan ini betul-betul bergerak dari hati nurani mereka. Gerakan itu lahir dari keinginan mereka melihat adanya perubahan,” jelasnya.
Ruslan-Normal sendiri maju sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah dengan diusung partai PPP, PDIP, Perindo, dan Gelora. Ruslan optimis, dengan kekuatan yang dimiliki saat ini, ia dan pasangannya bersama tim pemenangan, partai pengusung, dan para relawan akan dapat menumbangkan petahana.
“Kita selalu optimis. Maju untuk menang. Dengan tagline Tabah, tangguh, bermartabat dan harmonis, ‘dengan lurus jalan, Lombok Tengah kembali Normal,” tegasnya. (tih/r2)
Editor : Redaksi Lombok Post