LombokPost--Ratusan kepala keluarga (KK) di Desa Puncak Jeringo, Kecamatan Suela, Lombok Timur (Lotim) mengalami krisis air bersih.
”Khusus di dusun Rengga Trans ini ada 150 KK yang terdampak kekeringan akibat kemarau, belum dusun-dusun yang lain,” terang Kepala Wilayah (Kawil) Dusun Rengga Trans Desa Puncak Jeringo, Nasruddin, Jumat (6/9).
Selama ini masyarakat memanfaatkan mata air Selir untuk kebutuhan sehari-hari.
Namun satu bulan terakhir, debit airnya yang sampai ke warga sangat kecil.
Bahkan beberapa warga yang tinggal di pelosok Desa Puncak Jeringo kerap tidak kebagian air.
Sejak terjadinya kekeringan, masyarakat terpaksa turun gunung untuk mengambil air ke desa tetangga menggunakan jeriken.
Namun air yang bisa diambil hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tak jarang juga kurang.
”Harus turun gunung, melewati perbukitan dan jalan terjal 3 kilometer,” ujarnya.
Selain debit mata air yang sudah mulai berkurang, penyebab tidak adanya air karena rusaknya jaringan perpipaan ke rumah warga.
Dirinya berharap ada bantuan pipa dari pemerintah, agar persoalan kekeringan tidak terjadi setiap tahun.
Mengingat pipa yang ada saat ini juga sudah cukup tua sehingga rawan patah dan rusak.
”Air sebenarnya ada walaupun debitnya berkurang. Tetapi kalau ada pipa yang bagus airnya bisa mengalir ke rumah warga,” tandasnya.
Sementara itu, Kalak BPBD Lotim Lalu Muliadi menyampaikan status kekeringan Lotim saat ini masih di level siaga darurat.
Namun minggu depan diperkirakan masuk tanggap darurat.
Disebabkanya banyaknya permintaan distribusi air bersih ke masyarakat yang terdampak kekeringan.
”Hari ini kita turun untuk distribusi air bersih di Desa Puncak Jeringo sebagai respons surat permohonan dari kepala desa beberapa minggu lalu,” terang Muliadi.
Air yang didistribusikan sebanyak 5.000 liter untuk satu dusun saja.
Jumlah warga yang terdampak kekeringan di Desa Puncak Jeringo sebanyak 300 KK dengan 500 jiwa lebih.
Pendistribusian air bersih ke Desa Puncak Jeringo akan terus dilakukan secara berkala.
Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan kawil setempat terkait jadwal pendistribusian air bersih.
Beberapa titik di Lotim saat ini juga sudah mulai didistribusikan, seperti di Kecamatan Sakra Timur, Jerowaru dan Keruak.
”Wilayah yang terdampak kekeringan saat ini sebanyak delapan kecamatan dengan 45 desa, 265 dusun. Jumlah jiwa yang terdampak sebanyak 85 ribu jiwa,” imbuhnya.
Kendati puluhan desa sudah terdampak Kekeringan, namun baru tujuh desa yang sudah bersurat meminta pendistribusian air bersih.
Karena itu, BPBD meminta desa-desa yang terdampak kekeringan segera bersurat untuk mendapatkan bantuan. (par/r11)
Editor : Kimda Farida