Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Josephine Artia Gracia, Wakil NTB yang Raih Predikat Miss Coffee Tourism 2024: Tampil Anggun dengan Balutan Kostum Dewi Anjani

Umar Wirahadi • Rabu, 9 Oktober 2024 | 14:12 WIB

 

Josephine Artia Gracia terpilih sebagai Miss Coffe Tourism 2024 dalam ajang kontes Putri Pariwisata Indonesia 2024 di grand final Senin malam (30/9).
Josephine Artia Gracia terpilih sebagai Miss Coffe Tourism 2024 dalam ajang kontes Putri Pariwisata Indonesia 2024 di grand final Senin malam (30/9).
Mewakili Provinsi NTB di ajang Putri Pariwisata Indonesia 2024, Josephine Artia Gracia mencuri perhatian dewan juri dengan kemampuan komunikasi dan penampilan di atas catwalk. Dalam event itu, Josephine berhasil terpilih sebagai Miss Coffe Tourism 2024.

 

PERMAINAN sorot lampu membuka penampilan Josephine Artia Gracia di atas catwalk. Dia melenggang cantik di depan dewan juri dan tamu undangan.

Kemampuan di atas catwalk didukung dengan dress yang dikenakannya. Yaitu kostum yang merupakan simbol budaya khas Sasak. Mulai dari rancangan kebaya, selendang serta mahkota di kepala bermotif bunga. Gaun itu meninggalkan kesan anggun dan elegan.

"Itu namanya kostum Dewi Anjani," tutur Epin, sapaan karib Josephine Artia Gracia kepada Lombok Post, Selasa (8/10).

Aksi panggung cewek asal Kelurahan Pagutan Barat itu merupakan rangkaian penampilan dalam kontes Putri Pariwisata Indonesia 2024 yang digelar 30 September lalu. Event itu berlangsung di Ballroom The Highland Park Resort & Hotel Tamansari Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam malam grand final, Epin terpilih sebagai Miss Coffee Tourism 2024.

"Saya senang dan bangga mendapatkan gelar ini," tutur mahasiswi Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri (Fatepa) jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Unram itu.

Menurutnya, gelar tersebut sangat cocok dengan dirinya yang berasal dari NTB. Sebab provinsi ini menjadi salah satu daerah penghasil kopi di Indonesia. Selain itu, sebagai mahasiswi saya program studi Ilmu dan Teknologi Pangan dari Universitas Mataram (Unram), Epin sangat akrab dengan hal-hal terkait industri maupun proses pengolahan produk makanan maupun minuman seperti kopi.

"Saya juga penikmat dan penggemar berbagai jenis kopi asli Indonesia," ungkapnya.

Epin menyampaikan bahwa kopi dan ekosistem pariwisata memiliki hubungan erat. Saat ini banyak istilah dalam dunia pariwisata.

Mulai dari wellness tourism, religious tourism, halal tourism, dan termasuk juga coffee tourism. Coffee tourism berarti kegiatan berwisata yang terfokus pada kopi.

Seperti berwisata untuk melihat proses pemanenan kopi, pembuatan industri kopi, hingga mencicipi berbagai jenis kopi di daerah-daerah Indonesia.

"Penikmat dan penggemar kopi saat ini sangat banyak. Sehingga dapat dikatakan kopi telah menjadi salah satu objek yang menggerakkan pariwisata di Indonesia bahkan di dunia," terang cewek kelahiran 20 Maret 2004 itu.

Bagaimana awal mengikuti kontes Putri Pariwisata Indonesia 2024? Epin menceritakan awalnya dia mendapatkan informasi dari pelatih model bernama Vega Reynata.

Saat mendapatkan informasi itu, dia sempat merasa pesimistis. Pasalnya pada 2023 lalu dirinya pernah mencoba mengikuti seleksi pemilihan daerah Putri Indonesia NTB 2024.

"Saya waktu itu tidak lolos menjadi finalis. Itu yang bikin saya agak ragu untuk daftar (Putri Pariwisata Indonesia 2024, Red)," ungkapnya.

Tapi berkat dukungan orang tuanya, mahasiswi semester 5 itu pun memberanikan diri untuk mendaftar.

Dia dinasehati bahwa seseorang tidak akan mengetahui hasil akhirnya selama tidak atau belum mencoba.

Dia mengisi form pendaftaran pada Juni. Padahal Yayasan El John Pageants sebagai penyelenggara event Putri Pariwisata Indonesia 2024, telah membuka pendaftaran sejak Desember 2023.

Nah, pada Agustus Epin terpilih untuk mengikuti tahap interview secara online dari pihak yayasan. Setelah itu dia dinyatakan lolos dan bisa berangkat untuk berkompetisi di ajang Putri Pariwisata Indonesia 2024 sebagai perwakilan provinsi NTB. 

Sejak dinyatakan lolos oleh Yayasan El John Pageants, dia pun resmi menyandang status sebagai Putri Pariwisata NTB 2024.

"Saya senang banget. Tidak menyangka akan terpilih sebagai finalis," papar cewek pemilik zodiak Pisces itu.

Diketahui, kontes nasional Putri Pariwisata Indonesia 2024 memasuki edisi ke-17. Tahun ini para peserta diikuti dari 25 provinsi dengan 29 orang finalis.

Sebagai perwakilan NTB, Epin dan peserta lainnya  mengikuti proses karantina yang berlangsung sejak 24 September sampai grand final 30 September lalu.

Puncaknya, pada malam grand final Senin malam (30/9) dewan juri memilih Epin sebagai Miss Coffee Tourism 2024.

"Pokoknya seneng dan bangga banget. Apalagi saya bisa mewakili daerah tempat kelahiran saya," ujarnya bangga.

Josephine Artia Gracia memang memiliki ketertarikan besar di dunia modelling dan pariwisata.

Sebagai Putri Pariwisata NTB dia ingin menyuarakan tentang pentingnya pariwisata yang aman bagi semua orang. Khususnya bagi perempuan.

Dia bilang NTB khususnya Pulau Lombok memiliki potensi pariwisata yang luar biasa karena keindahan alamnya.

Karena itu dia meningkatkan kesadaran terkait keamanan berwisata demi memajukan pariwisata daerah yang berkelanjutan. Hal ini selaras dengan tema Hari Pariwisata Sedunia 2024 yaitu "Tourism & Peace".

"Saya memperjuangkan pariwisata yang aman bagi perempuan. Tidak semata-mata meningkatkan kunjungan  wisatawan, namun juga mencerminkan nilai inklusif," paparnya.

Dia juga mengaku senang traveling dan menyukai keindahan alam di Lombok. Salah satu destinasi wisata favoritnya adalah Gili Trawangan.

Sampai saat ini dia mengaku tidak pernah merasa bosan untuk berwisata di Gili tersebut.

"Saya merekomendasikan destinasi ini bagi teman-teman yang ingin kabur sejenak dari rutinitas sehari-hari dan menikmati waktu bersantai dengan pemandangan laut dan pantai yang memukau," ujarnya.

Untuk memajukan dunia pariwisata, menurutnya banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi oleh pemerintah.

Di antaranya meningkatkan kualitas dan kenyamanan fasilitas umum di daerah destinasi wisata. Seperti tempat sampah, menambah lampu penerang jalan agar tidak gelap, serta membangun sarana prasarana bagi UMKM yang bergantung dari tempat  wisata.

"Ini semua harus diatur agar membuat betah dan kunjungan wisatawan terus bertambah," tandas anak pertama dari dua bersaudara itu. (umar wirahadi/r3)

Editor : Marthadi
#Josephine Artia Gracia #Anjani #Dewi #putri #miss coffee #NTB #Pariwisata