Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

RS Ruslan Bangun Rumah Singgah Tahun Ini, Layanan Gratis untuk Pasien BPJS

Lalu Mohammad Zaenudin • Rabu, 15 Januari 2025 | 15:42 WIB
MEGAH: Tampak dari atas RS Ruslan Kota Mataram. Rumah sakit plat merah ini sebentar lagi akan dilengkapi rumah singgah untuk penunggu pasien.
MEGAH: Tampak dari atas RS Ruslan Kota Mataram. Rumah sakit plat merah ini sebentar lagi akan dilengkapi rumah singgah untuk penunggu pasien.

LombokPost--Rumah Sakit (RS) Ruslan Kota Mataram berencana membangun rumah singgah yang diperuntukkan bagi penunggu pasien.

Pembangunan rumah singgah ini telah disiapkan anggaran Rp 9 miliar dan ditarget terealisasi tahun ini.

Direktur RS Ruslan Kota Mataram dr Hj Eka Nurhayati mengatakan keberadaan rumah singgah ini sebagai bentuk komitmen pihaknya meningkatkan kenyamanan dan keandalan layanan.

“Pemanfaatannya tentu kami harapkan bisa secepat mungkin,” katanya, kemarin (14/1).

Keberadaan rumah singgah ini akan membuat keluarga penunggu bisa tinggal lebih dekat dengan pasien.

Konsepnya adalah rumah singgah ini untuk keluarga pasien yang berasal dari luar daerah dan dirujuk ke RS Ruslan.

Sebagaimana diketahui RS Ruslan selama ini menjadi tempat rujukan pasien yang berasal dari Sumbawa, Dompu, Bima, Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Utara, dan Lombok Barat.

Hal ini telah membuat keluarga pasien turut serta mendampingi selama proses dirawat.

Hanya saja, keluarga pasien tidak boleh terlalu banyak yang menunggu di ruang pelayanan medis atau perawatan karena dapat mengganggu pelayanan kesehatan.

“Di sana (rumah singgah, penunggu pasien) dapat tinggal sementara,” ucapnya.

Rencananya layanan rumah singgah ini disediakan cuma-cuma atau gratis bagi pasien. Terutama bagi pasien yang ditanggung BPJS.

“Sesuai arahan pak wali agar rumah singgah ini gratis,” tekannya.

Fasilitas rumah singgah akan mengikuti standar milik rumah sakit ternama. Anggaran Rp 9 miliar itu adalah untuk penyiapan lahan rumah singgah.

Dokter Eka menerangkan, lahan seluas 24 are yang dibebaskan dengan anggaran Rp 9 miliar, bukan hanya untuk rumah singgah. Tapi juga akan ada perluasan area parkir hingga IPAL.

“Sebenarnya kami mau habiskan anggaran, tapi tidak semua (warga di belakang RS) yang mau menjual lahannya,” ucapnya.

Dokter Eka mengatakan penambahan area parkir dilakukan karena lahan parkir RS Ruslan tidak bisa menampung kendaraan dalam jumlah besar.

“Motor bisa parkir di belakang gedung rumah sakit,” ucapnya.

Sedangkan untuk kendaraan roda empat akan mengisi lahan parkir di depan.

“Motor bisa masuk melalui samping IGD, lalu bisa menuju area belakang,” terangnya. (zad/r3)

 

Editor : Kimda Farida
#rumah singgah