Seperti tahun-tahun sebelumnya Parade Ogoh-ogohkali ini mengambil lokasi di Jalan Pejanggik Cakranegara. Namun yang menjadi pembeda Gubernur NTB H Lalu Muhamad Iqbal turut hadir melepas parade bersama Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana. Mereka berbaur bersama puluhan ribu warga yang nampak mengular dari Karang Jangkong hingga Mayura.
“Pada siang hari ini, kita kembali melaksanakan tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan umat Hindu di Kota Mataram, sebelum dilaksanakannya Catur Brata Penyepian.” Kata Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana dalam sambutannya.
Wali Kota juga menambahkan rasa syukurnya karena kegiatan ini tetap terawat dan terpelihara dengan baik berkat komitmen semua pihak.
“Kita bersyukur kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi kita semua. Bagi umat Hindu, kegiatan ini menjadi wadah untuk bersilaturahmi, bergotong royong, dan bersama-sama menjalankan kegiatan dengan penuh rasa tanggung jawab,” ujar Wali Kota Mataram.
Di akhir sambutannya, Wali Kota mengharapkan agar umat Hindu dapat menjalani Catur Brata Penyepian dengan penuh kesehatan dan kekhidmatan.
“Semoga umat Hindu dalam melaksanakan Catur Brata Penyepian tetap dalam keadaan sehat dan dapat menjalankannya dengan penuh kedamaian,” harap Wali Kota.
Sementara itu, Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, yang juga turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan harapannya agar upacara ini tidak hanya menjadi milik umat Hindu, tetapi juga milik seluruh warga NTB.
“Upacara ini harus kita besarkan dan lestarikan. Harapan kami, pelaksanaannya di tahun-tahun mendatang akan semakin baik, lebih besar, dan membawa sentuhan rohani yang bermanfaat bagi masyarakat NTB,” ujar Miq Iqbal.
Pelaksanaan parade kali ini berjalan lancar. Puluhan ribu warga dari Kota Mataram, Lobar dan sekitarnya antusias menghadiri acara. Tak sedikit juga Warga Negara Asing sengaja hadir menyaksikan momen spesial ini. Setelah pawai Ogoh-ogoh keramaian ditutup dengan Tradisi Perang Api yang digelar di Sweta.(***)
Editor : Redaksi Lombok Post