Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Harga Bahan Pokok Naik, Warga Tetap Buru Kebutuhan Lebaran

Ali Rojai • Minggu, 30 Maret 2025 | 17:43 WIB
BAHAN POKOK: Sejumlah warga saat membeli bumbu dapur di Pasar Mandalika, Kota Mataram, kemarin (30/3).
BAHAN POKOK: Sejumlah warga saat membeli bumbu dapur di Pasar Mandalika, Kota Mataram, kemarin (30/3).

LombokPost-Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, sejumlah pasar tradisional di Kota Mataram dipadati masyarakat yang membeli berbagai kebutuhan lebaran, kemarin (30/3).

Pantauan koran ini, antusias masyarakat berbelanja terlihat sejak pagi di Pasar Mandalika H-1 lebaran. Ada yang mencari daging, bumbu dapur, kue kering, dan kebutuhan pokok lainnya.

Harga kebutuhan pokok mengalami lonjakan. Cabai rawit segar Rp 140 ribu per kilogram, bawang merah Rp 50 ribu per kilogram, bawang putih Rp 40 ribu per kilogram. Daging sapi Rp 150 ribu per kilogram dan daging ayam Rp 40 ribu per kilogram. “Semua-muanya sekarang mahal,” ucap Hernawati, seorang pengunjung.

Ia mencari berbagai kebutuhan untuk lebaran, terutama bumbu dapur. “Cari bumbu dapur, kebetulan daging sudah kita beli duluan,” ujarnya.

Baca Juga: Pemkot Mataram dan Pemprov NTB Rayakan Idul Fitri Bersama di Islamic Center

Ia mengaku harga bumbu dapur dan kebutuhan pokok naik sejak beberapa hari lalu, terutama cabai rawit segar yang mencapai Rp 140 ribu per kilogram. “Semua-semuanya sekarang mahal,” ulangnya.

Ia memilih belanja di Pasar Mandalika agar mendapatkan harga lebih murah dan banyak pilihan. Pasar ini juga paling lengkap dibandingkan pasar tradisional lainnya. “Kalau kita cari bahan pokok di pasar lain belum tentu ada, dan juga harganya pasti lebih mahal dari Pasar Mandalika. Pedagang yang berjualan di Pasar Sindu atau Ampenan ngambil barangnya dari sini,” urainya.

Sri, pedagang bumbu dapur, mengatakan lonjakan harga bahan pokok menjelang lebaran adalah hal yang lumrah. “Kalau barangnya langka, harganya pasti mahal. Cabai rawit segar sampai sekarang harganya masih tinggi,” ucapnya.

Baca Juga: Dedikasi dan Profesionalisme: Srikandi PLN UPP Nusra 2 Berhasil Amankan 14 Sertifikat Aset Energi Bersih

Kabid Pengendalian Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kota Mataram Sri Wahyunida mengatakan lonjakan harga bahan pokok menjelang lebaran terjadi karena banyaknya permintaan, sementara produksi berkurang. “Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri waktunya hampir bersamaan sehingga permintaan cukup banyak,” ucapnya.

Ia menambahkan lonjakan harga bahan pokok menjelang lebaran merupakan hal yang biasa terjadi. “Permintaan banyak, produksi berkurang. Ini yang menyebabkan lonjakan harga cabai rawit,” tandasnya. (jay)

 

Editor : Akbar Sirinawa
#Disdag Kota Mataram