Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

JEC Luncurkan Matapedia, Ensiklopedia Digital Kesehatan Mata Pertama di Indonesia, Bersamaan dengan JECIM 2025

nur cahaya • Minggu, 27 April 2025 | 05:29 WIB
Peluncuran Matapedia, Ensiklopedia Digital Kesehatan Mata Pertama di Indonesia, Bersamaan dengan JECIM 2025 oleh JEC di Jakarta.
Peluncuran Matapedia, Ensiklopedia Digital Kesehatan Mata Pertama di Indonesia, Bersamaan dengan JECIM 2025 oleh JEC di Jakarta.

LombokPost – JEC Eye Hospitals and Clinics (JEC), pemimpin layanan kesehatan mata di Indonesia, secara resmi meluncurkan Matapedia, ensiklopedia digital kesehatan mata pertama di Indonesia.

Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan mata masyarakat dan mengatasi tantangan informasi medis yang tidak akurat di era digital.

Peluncuran Matapedia bertepatan dengan pembukaan JEC International Meeting (JECIM) 2025, forum ilmiah oftalmologi yang kembali digelar setelah absen lima tahun akibat pandemi.

JECIM 2025, yang mengusung tema "Shaping the Future of Vision," menghadirkan oftalmolog dari 17 negara dan diikuti lebih dari 1.200 peserta.

Forum dua hari ini (25-26 April) menjadi wadah berbagi pengetahuan, inovasi terkini, termasuk penerapan AI dalam diagnosis retina dan teknik bedah semi-robotik, serta manajemen rumah sakit mata berstandar global.

JECIM 2025 juga menawarkan pengalaman operasi 3D pertama di Indonesia dan dilengkapi aplikasi khusus untuk memudahkan peserta mengakses informasi acara.

Matapedia menyajikan ratusan artikel berbasis ilmiah dalam bahasa Indonesia yang mudah dipahami, mencakup berbagai topik seperti penyakit mata, prosedur medis, tips perawatan, dan teknologi oftalmologi terkini. Seluruh konten disusun oleh tim dokter dan profesional kesehatan mata JEC.

Platform ini hadir dalam format teks, audio, video, serta dilengkapi fitur Tanya AI untuk konsultasi langsung.

Matapedia dapat diakses secara gratis melalui situs www.matapedia.id dan ditujukan tidak hanya untuk masyarakat umum, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan bagi tenaga kesehatan primer.

Photo
Photo

Peluncuran Matapedia menjadi solusi atas maraknya misinformasi kesehatan mata di ranah digital.

Data KOMDIGI menunjukkan 163 dari 1.923 konten hoaks sepanjang 2024 berkaitan dengan kesehatan.

Survei APJII juga mencatat bahwa 27,79 persen masyarakat Indonesia mengakses informasi kesehatan secara online, namun Indeks Literasi Digital Indonesia 2024 masih rendah (43,34), menunjukkan kurangnya kemampuan memilah dan memverifikasi informasi.

Presiden Direktur JEC Korporat DR. Dr. Johan Hutauruk, Sp.M(K) menyatakan Matapedia adalah wujud komitmen JEC untuk memajukan kesehatan mata melalui inovasi dan edukasi berbasis sains.

Sekaligus memerangi misinformasi dan memastikan akses pengetahuan bagi seluruh masyarakat dan tenaga medis.

”JEC berkomitmen untuk memajukan kesehatan mata di Indonesia melalui inovasi dan edukasi yang berbasis sains,” imbuhnya.

Direktur Utama RS Mata JEC @ Menteng dan Ketua JECIM 2025 Dr. Referano Agustiawan, SpM(K), menekankan urgensi Matapedia dalam mengatasi ketimpangan antara kebutuhan layanan mata dan keterbatasan jumlah dokter spesialis mata di Indonesia.

Dengan 8 juta orang mengalami gangguan penglihatan dan hanya 3.000 dokter mata, Matapedia diharapkan menjadi sumber informasi tepercaya bagi masyarakat.

JEC menargetkan lebih dari 1.000 artikel dalam tahun pertama dan tengah mengembangkan aplikasi mobile Matapedia dengan fitur aksesibilitas untuk tunanetra.

Melalui peluncuran Matapedia dan penyelenggaraan JECIM 2025, JEC menegaskan komitmennya untuk menciptakan layanan mata inklusif berbasis sains, menjawab tantangan era kesehatan digital dengan informasi akurat dan akses merata, serta memajukan ranah kesehatan mata di Indonesia melalui inovasi dan kolaborasi global.

”Melalui forum ini, kami ingin mendorong lebih banyak diskusi lintas disiplin dan kolaborasi internasional, serta menginspirasi lahirnya terobosan-terobosan nyata,” ujar Dr. Referano. (*)

Editor : Kimda Farida
#JEC #aplikasi #artikel #Kesehatan #JECIM #mata