Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

TP PKK dan Bhayangkari Lombok Utara Kolaborasi Tangani Kasus Stunting di Kecamatan Kayangan

Marthadi • Jumat, 16 Mei 2025 | 13:17 WIB

Ketua Bhayangkari Lombok Utara Ny Heny Agus Purwanta menggendong seorang balita saat berkunjung ke posyandu di Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Jumat (16/5).
Ketua Bhayangkari Lombok Utara Ny Heny Agus Purwanta menggendong seorang balita saat berkunjung ke posyandu di Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Jumat (16/5).
LombokPos - Penanganan kasus stunting mendapat perhatian serius Tim Penggerak PKK (TP PKK) dan Bhayangkari Lombok Utara. Ketua TP PKK Lombok Utara Ny Rohani Najmul Akhyar bersama Ketua Bhayangkari Lombok Utara Ny Heny Agus Purwanta turun langsung melakukan monitoring dan pembinaan ke Posyandu Bunga Supanda di Dusun Sumur Pande, Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Jumat (16/5).

Dalam kunjungan tersebut, layanan kesehatan dasar diberikan kepada 97 bayi dan balita, 45 lansia, 2 remaja, serta 107 warga usia produktif. Namun, perhatian utama tetap tertuju pada penanganan 12 kasus stunting yang masih ditemukan di wilayah tersebut.

Ketua Bhayangkari Lombok Utara Ny Heny Agus Purwanta menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini yang dinilainya mencerminkan kolaborasi nyata lintas elemen masyarakat dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, di mana seluruh elemen dapat berkolaborasi demi memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan dasar yang merata,” kata Heny.

Meski demikian, ia mencatat sekitar 20 persen warga belum sempat terlayani karena tidak hadir ke posyandu.

“Ke depan, kami akan mendorong pelaksanaan kunjungan rumah bagi warga yang belum terjangkau. Tujuan kami adalah memastikan 100 persen warga Desa Sesait mendapatkan layanan kesehatan secara optimal,” tambahnya.

Ketua TP PKK Lombok Utara Ny Rohani Najmul Akhyar mengatakan, 12 kasus stunting yang masih ada di Desa Sesait merupakan tantangan serius yang harus ditangani bersama.

“Angka 12 itu bagi kami masih cukup tinggi. Ini adalah pekerjaan rumah bersama. Kami berharap tidak ada penambahan kasus baru di tahun 2025,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran strategis posyandu sebagai pusat layanan kesehatan masyarakat.

“Kami melihat posyandu bukan hanya tempat pelayanan, tapi juga sarana edukasi dan intervensi dini. Harapan kami, peran Posyandu terus diperkuat agar kasus-kasus stunting bisa ditangani lebih cepat dan tepat,” ujarnya.

Kegiatan monitoring ini tak hanya fokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga memperkuat kerja sama antara organisasi perempuan, pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat.

Baca Juga: Pemkab KLU Targetkan Tidak Ada Stunting Baru

Kehadiran Bhayangkari dan TP PKK dinilai menjadi wujud nyata dukungan moral dan strategis dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis komunitas. Langkah ini sejalan dengan target pemerintah daerah untuk mencapai nol kasus stunting.

“Kami ingin agar kegiatan seperti ini tidak hanya ramai saat kunjungan, tetapi benar-benar menjadi budaya pelayanan yang berkesinambungan,” tutup Heny. (*)

Editor : Marthadi
#Posyandu #bhayangkari #PKK #Lombok Utara #Stunting