Hal itu sebagai wujud syukur dan mempererat tali silaturrahmi serta meningkatkan nilai spritual di momentum hari raya idul adha ini.
Dalam sambutannya Prof Dr TGH Abdul Fattah MFil selaku kepala Kantor PB NWDI sekaligus Koordinator Umum Acara menyampaikan pelaksanaan qurban berupa 3 sapi dan 3 kambing telah dibagikan kepada 1000 penerima.
Terdiri dari anak yatim, dhuafa, lansia dan janda di sekitaran wilayah Kota Mataram.
Diharapkan Prof Dr TGH Abdul Fattah MFil, semoga tahun-tahun berikutnya upayakan dibentuknya arisan kurban untuk meningkatkan angka hewan kurban.
"Ucapan terimakasih kepada seluruh shohibul kurban dan seluruh panitia atas kerja keras yang dilakukan dan semoga terhitung sebagai amal ibadah kita bersama. Karena momentum ibadah qurban bukan hanya tentang menyembelih sapi dan kambing, namun juga menyembelih sifat kehewanan yang ada dalam diri kita masing-masing" ujar Prof Dr TGH Abdul Fattah MFil.
Sebagai acara inti penyampaian hikmah hari raya Idul Adha yang memuat sejarah kurban mulai dari masa Nabi Adam As sampai Masa Nabi Ibrahim As oleh Prof Dr H Jamaluddin MA yang merupakan Plt Pimpinan Wilayah NWDI Provinsi NTB.
Prof Dr H Jamaluddin MA menegaskan bahwa berkurban harus berdasarkan ketaqwaan bukan karena untuk disanjung dan dipuji orang lain.
Sebagai penutup Dr TGB H Muhammad Zainul Majdi MA juga menyampaikan cerita dari Kerajaan Maroko yang melarang rakyat Maroko untuk menyembelih hewan kurban dikarenakan krisis hewan ternak di negaranya.
Ilustrasi tersebut memberikan pelajaran penting bahwa Idul Adha sangat erat kaitannya ekologi kehidupan manusia.
"Manusia sebagai Khalifah di Bumi tentu tidak dapat berdiri sendiri, manusia membutuhkan alam untuk menjalankan syariat agama dengan baik. Maka apabila alam tersebut dirusak tentu syariat agama pun akan berjalan tidak seimbang," jelas Dr TGB H Muhammad Zainul Majdi MA
Dr TGB H Muhammad Zainul Majdi MA juga meberikan penekanan untuk menjauhkan diri dari sifat dengki dan iri hati.
Karena segala amal baik kata Dr TGB H Muhammad Zainul Majdi MA akan terhapus jika sifat iri dan dengki ada dalam diri manusia.
"Akar dari kejahatan yang terjadi dalam kehidupan manusia adalah rasa iri dan dengki terhadap sesama," tegas Dr TGB H Muhammad Zainul Majdi MA.
Harapan Dr TGB H Muhammad Zainul Majdi MA yang merupakan mantan gubernur NTB itu, kegiatan hari besar islam maupun kegiatan keilmuan agar terus dilakukan agar menjadi ladang kebaikan dan keilmuan serta menambah rasa persaudaraan antar sesama. (yuk/r6)