LombokPost - Ke mana Mohan Roliskana, wali Kota Mataram akan melanjutkan kariernya setelah tak lagi menjabat wali kota?
Pertanyaan ini mungkin terlalu dini diajukan. Terlebih, untuk periode kedua kepemimpinan Mohan Roliskana di Kota Mataram, baru dijalani pada tahun pertama.
Tapi tak ada salahnya bertanya. Kini, mari kita membuat sejumlah pilihan bagi Mohan Roliskana setelah melepas jabatan wali kota Mataram dalam 5 tahun ke depan.
Pilihan pertama, Mohan Roliskana bisa coba maju sebagai calon gubernur NTB, sehingga kemungkinan akan menjadi penantang pertahanan Lalu Muhamad Iqbal.
Pilihan ini tentu saja tidaklah mudah, namun bukan mustahil untuk diambil Mohan Roliskana.
Hal serupa pernah dilakukan (alm) Ahyar Abduh, mantan wali Kota Mataram 2 periode.
Hasilnya kita sama-sama tahu, Ahyar kalah meski menang di kandang sendiri Kota Mataram.
Pilihan kedua, Mohan Roliskana bisa mencoba peruntungan menjadi calon wakil gubernur NTB.
Pilihan semacam ini pernah diambil mantan Bupati Bima Indah Damayanti Putra yang kini menjadi wakil gubernur NTB mendampingi Lalu Muhamad Iqbal.
Jika opsi ini yang diambil, lantas siapa pasangan Mohan Roliskana? Salah satu sosok yang pantas adalah mantan gubernur NTB Zulkieflimansyah.
Mereka sudah merepresentasikan paket Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok, sehingga mampu menjadi penantang serius petahana.
Pilihan ketiga, Mohan Roliskana bisa mencalonkan diri menjadi anggota DPR RI dapil NTB 2 Pulau Lombok.
Langkah seperti ini sukses dilakukan mantan Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid yang kini duduk nyaman di Senayan.
Namun, pilihan ini bukan tanpa tantangan, ada 8 pertahanan DPR RI Dapil NTB 2 Pulau Lombok yang harus dilawan Mohan Roliskana yang tentu saja tak mudah.
Opsi nomor empat bagi Wali Kota Mataram Mohan Roliskana adalah beristirahat dari hiruk pikuk politik.
Sebuah langkah yang ditunjukkan mantan Bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu. Pensiun setelah mengabdi.
Akhirnya, waktu yang kan menjawab. Biarlah Wali Kota Mataram Mohan Roliskana sibuk dengan upaya membangun Kota Mataram agar semakin harum. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic