LombokPost - Joko Widodo (Jokowi) belakangan ini seringkali menjadi perbincangan di media sosial.
Jokowi pun sudah seringkali menjadi sasaran kebencian sejak menjabat sebagai presiden hingga saat ini.
Tentu saja, ada banyak hal yang dijadikan alasan kebencian banyak orang terhadap Jokowi saat ini.
Bahkan banyak juga yang memang membenci Jokowi karena hal yang dibuat-buat atau tidak diketahui kebenarannya.
Meski begitu, tidak kalah banyak juga orang yang merasa kasihan dengan apa yang dialami oleh Jokowi.
Pasalnya, Jokowi dinilai terlalu baik hingga tidak pernah mengambil tindakan saat mendapat banyak ujaran kebencian.
Namun beberapa waktu belakang, Jokowi mendapatkan banyak tudingan berlebihan yang tidak diketahui kebenarannya.
Seperti yang baru-baru ini terjadi, Jokowi dituding mengalami penyakit kulit Steven Johnson.
Hal ini berawal saat Jokowi terlihat memiliki beberapa ruam di bagian tubuhnya hingga dituding terkena Steven Johnson.
Steven Johnson merupakan reaksi hipersensitivitas kulit dan selaput lendir yang serius dan langka.
Biasanya Steven Johnson ini disebabkan oleh reaksi terhadap obat-obatan, infeksi, atau pemicu lainnya.
Melihat banyak orang berkomentar buruk, akhirnya ajudan Jokowi memberikan tanggapan dan jawaban soal apa yang dialami mantan presiden itu.
Kompol Syarif Muhammad juga jelaskan penyakit apa yang sebenarnya dialami oleh Jokowi setelah mengunjungi Vatikan.
Rupanya, Jokowi terkena reaksi alergi kulit sehingga membuat ruam dan bekas, namun tentu saja tidak berbahaya dan tidak menular.
Bahkan Syarif juga menegaskan alergi tersebut tidak menular dengan bukti Iriana Jokowi yang masih baik-baik saja dan sehat.
“Enggak, enggak menular itu (alergi kulit Jokowi),” tutur Syarif.
Syarif juga mengatakan bahwa Jokowi masih tetap melakukan aktivitasnya dan berinteraksi dengan keluarganya tanpa adanya penularan.
Penyakit kulit atau alergi yang diderita Jokowi itu pun sama sekali tidak menghambat aktivitas dan kegiatannya.
Syarif juga mengatakan dengan keadaan tersebut, Jokowi pun masih bisa melakukan olahraga ringan dan bersepeda dengan cucunya.
“Aktivitas sehari-hari tidak terganggu, kemarin sempat bersepeda, main sama cucu, lalu kami juga sempat sarapan bareng sama beliau. Jadi sama sekali tidak mengganggu aktivitas,” lanjutnya.
Dalam beberapa hari ini, Jokowi juga masih melayani warga yang berdatangan ke rumahnya di Jalan Kutai Utara Nomor 1 Sumber, Banjarsari, Solo, untuk melayani permintaan foto-foto warga.
“Namun ada yang mungkin belum tahu secara langsung, hanya melihat di layar TV karena mungkin muncul di kulit beliau. Jadi banyak yang bertanya (alergi kulit yang dialami Jokowi),” jelas dia.
Syarif juga membantah tudingan yang menyebutkan jika Jokowi terkena sindrom Steven Johnson atau penyakit autoimun.
Lebih lanjut, alergi yang timbul dan dirasakan Jokowi saat ini lantaran perbedaan cuaca antara Indonesia dan Vatikan.
Namun saat ini, reaksi alergi yang tengah dialami oleh Jokowi sudah mendapatkan penanganan oleh dokter.
“Sudah, sudah (ditangani dokter),” katanya.
Bahkan kabar mengenai Jokowi yang dilarikan ke Jepang pun juga turut dibantah oleh ajudannya.
“Wah hoax itu, nggak benar itu, enggak lah. Alergi biasa,” tutur dia.
Alergi yang dialami oleh Jokowi juga merupakan reaksi yang biasa dan bukan tergolong autoimun.
“Enggak, enggak sampai ke sana,” terangnya.
Untuk saat ini, Jokowi dikabarkan sudah membaik dan tetap mendapat pemantauan dari dokter untuk alerginya.
“Kondisinya (Jokowi) sudah mulai membaik. Pekan kemarin beliau sempat sepedaan, car free day, jadi secara fisik beliau sangat-sangat fit, hanya saja mungkin alergi. Jadi ya muncul di kulitnya beliau,” pangkasnya.***
Editor : Fratama P.