Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gaya Hidup Hedonis dan Pergaulan Picu Prostitusi Anak di Mataram

Sanchia Vaneka • Kamis, 19 Juni 2025 | 20:57 WIB

 

 

Photo
Photo



LombokPost – Fenomena prostitusi anak di Kota Mataram semakin mengkhawatirkan, dengan gaya hidup hedonis dan tekanan pergaulan disebut sebagai pemicu utama. Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati, menyoroti bagaimana anak-anak dari keluarga kurang mampu rentan terjerumus dalam praktik ini karena keinginan untuk tampil "gaul" dan memiliki barang mewah seperti ponsel.

Penggunaan gawai tanpa pengawasan juga menjadi gerbang bagi pengaruh buruk, bahkan dari aplikasi game yang mendorong anak mencari uang instan.

Nyayu juga mengungkapkan risiko yang dihadapi anak usia sekolah dasar yang terlihat lebih dewasa dari usia sebenarnya karena perubahan fisik.

Selain prostitusi anak, Nyayu Ernawati menyoroti bahaya perkawinan usia anak. Ia menyebut kasus tragis seorang bayi berusia dua bulan yang mengalami kekerasan fisik dari ayah kandungnya yang emosional.

Kasus ini, menurutnya, adalah cerminan dampak negatif dari pernikahan dini di mana pasangan belum matang secara emosional maupun finansial.

Nyayu menegaskan bahwa masalah prostitusi anak dan perkawinan dini bukan hanya tanggung jawab keluarga, melainkan seluruh elemen masyarakat.

"Kita tidak boleh saling menyalahkan. Ini saatnya bergandengan tangan, hadir bersama, dan memastikan anak-anak kita tumbuh di lingkungan yang aman dan sehat," pungkasnya.

Baca Juga: Waduh, Sejumlah Anak KLU Diduga Terlibat Open BO
Penyelesaian masalah ini memerlukan kerja kolektif dan sistematis dari orang tua, tokoh masyarakat, sekolah, aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah. Pemerintah Kota Mataram didesak untuk menghadirkan edukasi publik secara masif mengenai seksualitas sehat dan penguatan nilai moral sebagai strategi besar.

Berdasarkan data LPA, tren kekerasan terhadap anak di Kota Mataram meningkat tahun ini, mencakup sodomi, inses, pelecehan seksual, dan komersialisasi anak melalui open BO. Mirisnya, banyak kasus ini terjadi di lingkungan yang seharusnya aman, seperti sekolah dan rumah.

Editor : Prihadi Zoldic
#prostitusi #Mataram