Di saat banyak pemain mengejar karier di Eropa atau Timur Tengah, Ramsey justru memilih petualangan baru di Meksiko.
Aaron Ramsey resmi pindah ke Pumas pada musim panas ini setelah kontraknya habis bersama Cardiff.
Gelandang asal Wales berusia 34 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi satu tahun dengan klub raksasa Liga MX, Pumas UNAM, dan siap membuka lembaran baru dalam karier sepak bolanya.
“Saat ini, yang terpenting adalah bermain untuk klub hebat ini, jatuh cinta lagi pada permainan, menikmati sepak bola lagi, dan membiarkan segala hal lainnya berjalan secara alami. Saya tidak sabar untuk kembali ke lapangan.”ujar Aaron Ramsey dalam wawancaranya.
Ramsey juga mengungkapkan bahwa Efraín Juárez, pelatih muda Pumas yang memiliki koneksi dengan sepak bola Wales, menjadi sosok penting dalam keputusannya.
“Dia sangat berpengaruh. Itu salah satu alasan utama saya datang. Dia pelatih muda yang punya visi dan energi besar,” katanya.
Ramsey sebelumnya juga sempat menjalani peran ganda sebagai pemain-manajer di Cardiff City, namun memilih berpisah pada akhir musim 2024/2025.
Kini, ia fokus menikmati peran barunya sebagai pemain penuh waktu di Pumas, sambil menantikan kebangkitan performanya di lapangan hijau.
Kepindahan Aaron Ramsey ke Liga Meksiko menjadi salah satu transfer yang menyita perhatian publik.
Ini sekaligus membuka peluang bagi pemain Eropa lain untuk mempertimbangkan karier di luar zona tradisional seperti Premier League atau Serie A.
Dengan bergabungnya Ramsey, Pumas diprediksi bakal semakin kompetitif di Liga MX musim ini, sementara bagi sang pemain sendiri, ini adalah kesempatan untuk kembali menikmati permainan tanpa tekanan besar seperti di Eropa.
Editor : Redaksi Lombok Post