LombokPost--Menanggapi bencana banjir besar yang melanda Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 6 Juli lalu, PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus melalui Sales Area NTB dan Integrated Terminal Ampenan segera bergerak menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Bantuan ini ditujukan bagi ribuan warga terdampak, seiring ditetapkannya status darurat bencana oleh Pemerintah Provinsi NTB selama 10 hari ke depan.
Sedikitnya 7.676 Kepala Keluarga (KK) mengalami gangguan aktivitas harian, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti memasak dan menyediakan makanan, akibat banjir.
Bentuk kepedulian Pertamina diwujudkan dalam penyaluran paket bantuan langsung ke lokasi terdampak melalui Posko Pendopo Walikota Mataram.
Bantuan yang diserahkan mencakup paket sembako berupa beras, mie instan, gula, minyak goreng.
Energi untuk memasak berupa tabung LPG Bright Gas.
Pendukung darurat seperti selimut dan terpal.
Penyaluran dilakukan secara langsung oleh tim Pertamina Patra Niaga Sales Area NTB dan Integrated Terminal Ampenan, berkoordinasi erat dengan Dinas Sosial Kota Mataram dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Respons Cepat untuk Kebutuhan Mendesak
Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus menekankan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari respons cepat perusahaan dalam situasi darurat.
"Sembako, LPG, dan kebutuhan pendukung posko menjadi kebutuhan mendesak agar warga tetap dapat aman dan nyaman, terutama untuk menyiapkan makanan di tengah keterbatasan pasca banjir," ujar Ahad di Mataram, Selasa (8/7).
Bantuan Pertamina ini langsung diapresiasi oleh perwakilan Dinas Sosial Kota Mataram.
Kanesti Cahya Kartika, Kepala Bidang Pengentasan Kemiskinan, Perlindungan dan Jaminan Sosial, mengatakan, bantuan dari Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus ini sangat membantu dalam pelaksanaan kegiatan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pokok bagi pengungsi, utamanya tersedianya makanan bagi mereka.
Komitmen Tanggung Jawab Sosial dan SDGs
Ahad Rahedi juga menegaskan komitmen Pertamina untuk hadir di tengah masyarakat dalam situasi krisis.
"Kehadiran perusahaan dalam situasi krisis merupakan komitmen nyata tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Kami berupaya untuk terus hadir dan tanggap terhadap kondisi darurat yang dihadapi masyarakat. Ini bagian dari tanggung jawab sosial Pertamina yang mengedepankan solidaritas dan keberlanjutan," tambahnya.
Langkah penyaluran bantuan ini juga sejalan dengan komitmen Pertamina mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar (SDG 2: Tanpa Kelaparan), penguatan ketangguhan masyarakat (SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), dan respons terhadap dampak bencana.
Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus menyatakan komitmen berkelanjutannya untuk memperkuat ketangguhan masyarakat melalui program tanggap bencana yang terencana dan penyaluran bantuan tepat sasaran, sebagai wujud kontribusi nyata terhadap pembangunan inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
Editor : Kimda Farida