Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gosip Emas Hanyut Bikin Geger! Sungai Ancar Jadi “Ladang Harta Karun"

Lalu Mohammad Zaenudin • Jumat, 11 Juli 2025 | 13:21 WIB

 

Tiga orang warga tengah berendam di sungai Ancar, Kebon Duren, Selagalas, Kota Mataram.
Tiga orang warga tengah berendam di sungai Ancar, Kebon Duren, Selagalas, Kota Mataram.

 

Matahari belum sepenuhnya mengeringkan sisa-sisa banjir di Kebon Duren, Selagalas, Kota Mataram. Tiba-tiba warga satu per satu mulai turun ke Sungai Ancar.

 ----

TIDAK seperti biasanya. Warga terlihat satu-persatu turun ke sungai Ancar.

Tangan mereka meraba sesuatu di balik riak air sungai yang tak sederas Minggu (6/7) lalu. Airnya lebih tenang dan sedikit lebih jernih.

“Cari apa?” tanya seseorang dengan wajah heran, kemarin (10/7).

Tak ada jawaban. Yang ditanya mengangkat bahu tanda masih mencari tahu juga.

Mereka yang turun, laki, laki, perempuan. Anak-anak hingga orang dewasa. 

Mereka orang-orang yang kemarin rumahnya sempat terendam air. Kini turun ke sungai dengan wajah serius dan tatapan penuh harap.

Mereka seperti dikomando, padahal tidak. Ada yang membawa saringan sederhana dari kawat, bahkan ada yang hanya bermodal tangan kosong.

Mereka mengaduk-ngaduk lumpur, mengais bebatuan di dasar sungai, dan tak segan berendam sampai seleher. Orang-orang yang lewat dia jembatan Kebon Duren melambatkan laju kendaraan mereka.

Ada yang menepi, ada yang mematikan mesin. Rasa penasaran meliputi semua yang melihatnya.

“Ada apa ini?” Begitu tanya beberapa orang. 

Tapi pertanyaan itu tak langsung mendapatkan jawaban. Warga yang sedang sibuk di sungai pun tak banyak bicara.

Mereka hanya saling pandang. Sesekali saling tunjuk, seakan menyimpan rahasia yang tak ingin cepat-cepat dibocorkan.

“Awalnya saya kira mereka lagi bersih-bersih sisa banjir,” tutur Herman, anggota DPRD Kota Mataram yang turut dibuat penasaran oleh aksi warga. 

Kehadiran politisi asal Babakan itu, untuk membantu warga Kebon Duren membersihkan sampah sisa banjir. Tapi, aksi warga ramai turun ke sungai membuatnya tak bisa lepas dari rasa ingin tahu.

“Tapi kok gerakannya kayak orang lagi cari sesuatu,” ucapnya kemudian.

Dan benar saja. Beberapa menit kemudian, terungkaplah apa yang sedang mereka buru.

Dari mulut ke mulut, beredar desas-desus: ada emas yang hanyut. Emas batangan. Perhiasan.

Bahkan konon uang tunai. Bukan sekadar gosip kosong kabarnya sudah ada yang menemukan juga.

“Ada anggota TNI yang menemukan, kata warga,” ucapnya.

Barang-barang berharga itu diperkirakan berasal dari rumah-rumah elite di komplek Riverside Park yang posisinya lebih hulu di sungai Ancar. Saat banjir bandang Minggu (6/7) kemarin air menghantam deras kawasan permukiman mewah itu.

Tembok jebol, brankas terguling, dan barang-barang berharga hanyut terbawa arus. Tak lama setelah kabar itu menyebar, warga yang tinggal di hilir pun mulai bergerak.

“Ya katanya sudah ada yang nemu emas,” kata warga lain.

Meskipun pada akhirnya tidak ada sesuatu yang warga temukan dari dasar sungai, ini menjadi fenomena parade diam yang tak terkoordinasi. Warga turun berharap perbaikan ekonomi setelah bencana melanda dari sesuatu yang mungkin berharga tersembunyi di balik riak air sungai Ancar.

Tak ada aba-aba. Yang ada hanya dorongan kolektif, semacam harapan yang dibungkus rasa penasaran dan sedikit haus harapan yang manusiawi.

“Kami baru saja kebanjiran. Sekarang ada kesempatan dapat emas, ya siapa tahu bisa buat ganti kulkas,” ucap Sahir, warga lainnya sambil tertawa. (*/r9)

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#kebon duren #warga cari emas #fenomena sosial #sungai ancar #Banjir Mataram