LombokPost - Kunjungan Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Ketua DPD Partai Gerindra NTB Lalu Pathul Bahri, dan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Mataram Abd Rachman dan jajaran, menimbulkan kesan mendalam bagi warga. Ibu-ibu korban banjir utamanya sampai menangis haru karena merasa kondisi mereka diperhatikan oleh pemerintah.
"Pak rumah saya tinggal separuh (separuh lagi diterjang banjir)," tutur seorang ibu yang memegang erat tangan Muzani sambil mengusap katanya dengan kerudungnya, Sabtu (12/7).
Beberapa ibu yang lain pun tak kuasa menahan sedih. Mereka mengusap air matanya yang memerah karena kondisi yang dihadapi pascabanjir.
Pertemuan antar Muzani dan warga berlangsung di halaman Musalla Majeluk. Muzani berdiri di hadapan puluhan warga yang masih dalam proses pemulihan pascabanjir.
“Bantuan ini bukan menggantikan beban Ibu dan Bapak. Kami tahu beban Bapak-Ibu rasakan sangatlah besar,” ucap Muzani.
Menurutnya, musibah yang menimpa warga Majeluk merupakan salah satu banjir terbesar yang dirasakan warga dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kehadiran Partai Gerindra bersama pemerintah daerah merupakan bentuk kepedulian dan kasih sayang yang tulus, bukan sekadar simbolis.
“Mungkin ini adalah banjir terbesar yang Bapak-Ibu rasakan selama ini. Tapi bantuan ini adalah bentuk rasa sayang kami, bahkan cinta kami kepada Bapak-Ibu sekalian semua,” tuturnya, disambut anggukan warga.
Ia juga tak lupa menyampaikan doa dan harapan untuk warga yang kehilangan harta benda akibat banjir bandang yang terjadi pada Minggu, 6 Juli 2025.
“Kami berdoa, mudah-mudahan Bapak-Ibu diberikan kekuatan oleh Allah SWT. Kami berdoa, semoga diberi kekuatan. Kami berdoa, semoga Ibu Bapak diberi pengganti yang hilang. Kalau rumah yang hilang maka diganti rumahnya. Kalau motor diganti hilang maka diganti motornya,” kata Muzani.
Sesaat kemudian, Muzani mengentikan kalimatnya. Ia lantas melirik ke arah Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
Lalu dalam keheningan sesaat itu, terdengar warga tiba-tiba nyeletuk, “Kalau istri hilang, gimana?” sontak tawa pun pecah di antara warga dan para tokoh yang hadir, mencairkan ketegangan.
Sebaliknya, ibu-ibu pun tak mau kalah. "Kalau suami hilang, gimana pak?" tawa pun kembali riuh.
“Saya berharap Bapak-Ibu kuat menghadapi ujian ini. Kuat, sabar, ikhlas. InsyaAllah akan mendapat pengganti yang lebih baik," sambung Muzani.
Dalam kunjungan tersebut, Muzani hadir bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, yang juga sempat menyampaikan komitmennya untuk menormalisasi aliran sungai yang tersumbat.
“Saya bersama Pak Gubernur NTB. Pak Gubernur, kenal? Kenal sama Pak Gubernur? Kenal nggak?” tanyanya disambut serempak, “Kenal!” oleh warga.
“Pak Gubernur sudah berbisik pada saya. Kali yang mampet akan segera dinormalisasi, akan dikeruk,” jelas Muzani.
Tak hanya itu, ia juga menyampaikan pesan Gubernur untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari mitigasi bencana di masa depan.
“Yang kedua, Pak Gubernur minta kepada Bapak-Ibu kerjasama agar jangan membuang sampah sembarangan. Setuju Bapak-Ibu?” tanya Muzani yang dijawab dengan tegas oleh warga, “Setuju!”
“Yang ketiga, Pak Gubernur akan segera menata lingkungan ini, agar lingkungan ini lebih apik dan asri, sehingga kalau ada musim hujan, air ada jalannya,” lanjutnya.
Di akhir sambutannya, Sekjen Gerindra menyebut bahwa bantuan yang dibawa kali ini bukan sekadar simbolik. Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh pihak yang telah bekerja tanpa henti di lapangan.
“Saya kira ini sebagai bentuk simbolik. Nanti akan ada bantuan yang diberikan. Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur atas support dan dukungan di kawasan Majeluk ini, di Kota Mataram, terima kasih pada TNI-Polri yang sinergi, tanpa pandang bulu, bekerja siang sore membantu kita semuanya. Kita berikan apresiasi pada beliau-beliau,” ucapnya.
Adapun jenis bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan mendesak masyarakat, antara lain:
Paket sembako
Kompor
Galon air
Susu formula dan pampers
Skop dan matras
Alat-alat pertanian dan pengerukan
Alat tulis, buku, tas sekolah
Dan banyak lagi lainnya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin