Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PUPR Mataram Prioritaskan Perbaikan Jembatan Pascabanjir, Konektivitas Warga Jadi Fokus Utama

Sanchia Vaneka • Rabu, 16 Juli 2025 | 09:20 WIB

 

Photo
Photo


Lombok Post – Pemerintah Kota Mataram bergerak cepat memulihkan infrastruktur vital pascabanjir besar pada Minggu, 6 Juli lalu. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram kini memprioritaskan perbaikan jembatan yang rusak, memastikan konektivitas antar wilayah segera pulih.

Menurut Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning, jembatan menjadi fokus utama karena membutuhkan alokasi dana yang besar dan perlu segera diajukan untuk proses tender.

"Yang sudah kami finalisasi perhitungannya itu jembatan, karena memang butuh dana yang sangat besar. Makanya ini harus segera kita ajukan untuk proses tender," jelas Lale.

Peningkatan Ruas Jalan Mahkota Bertais

Proyek ini semula diestimasi Rp 2,3 miliar, namun kini membengkak menjadi Rp 2,6 miliar. Penambahan anggaran ini dialokasikan untuk peninggian jalan dan penggunaan material hotmix demi memastikan kualitas dan ketahanan jangka panjang.

"Kita tinggikan jalannya. Itu juga hotmix dan lebar," tambah Lale.

Perbaikan Jembatan Karang Kemong

Jembatan ini diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp 2,4 miliar. Bentangan jembatan harus diperpanjang karena pondasi perlu dibangun di luar posisi bronjong sungai yang saat ini mundur.

"Karena bronjongnya sekarang mundur dari badan sungai, otomatis pondasi jembatan harus dibangun di luar bronjong yang ada. Konsekuensinya, bentang jembatan jadi lebih panjang," papar Lale.

Selain jembatan, PUPR juga masih memetakan kerusakan pada infrastruktur lain seperti tanggul, talud, dan bronjong. Kerusakan juga melanda tembok-tembok warga yang bersisian langsung dengan drainase, seperti di wilayah Kekalik (belakang Lombok TV), belakang Mataram Square, BTN Sweta, dan Kebon Duren.

Lale mengimbau masyarakat untuk bersabar terkait perbaikan tembok warga yang jebol, mengingat skala kerusakan yang luas.

"Tidak mungkin, dalam waktu setengah tahun, seluruh infrastruktur bisa pulih sepenuhnya," akunya.

PUPR berharap ada dukungan tambahan, termasuk dari alokasi pokok pikiran (pokir) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Kabar baiknya, beberapa perbaikan sudah mulai berjalan berkat bantuan pihak lain, seperti perbaikan bronjong di Karang Kemong yang dibantu oleh Balai Wilayah Sungai (BWS). Bronjong tersebut nantinya akan dipasang di lokasi lain yang juga rusak parah, seperti di bawah Pasar Sindu. (chi)

Editor : Jelo Sangaji
#jembatan #Banjir