Lombok Post – Masyarakat Kota Mataram diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan baru yang mengatasnamakan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram menerima sekitar 10 laporan dari warga yang nyaris menjadi korban penipuan ini.
Modusnya, pelaku memberitahukan adanya upaya aktivasi IKD yang mencurigakan, sebelum akhirnya warga mengonfirmasi langsung ke Dukcapil terkait kebenaran program tersebut.
"IKD ini hanya aktifitasnya di kantor Dukcapil Mataram. Karena aktivasi menggunakan sistem dan dapat dilakukan oleh operator Dukcapil saja," kata Sekretaris Dinas Dukcapil Mataram Lalu Ahmad Gunadi, kemarin (22/7).
Imbauan ini sangat penting mengingat IKD menjadi pintu keamanan awal yang terkoneksi dengan berbagai layanan perbankan.
Dukcapil Kota Mataram juga secara tegas mengumumkan bahwa petugas Disdukcapil tidak menghubungi warga secara pribadi melalui panggilan/pesan via WhatsApp untuk aktivasi IKD. Aktivasi IKD hanya dapat dilakukan secara tatap muka langsung di kantor Dukcapil Mataram.
"Kalau penipu ini dapat mengetahui IKD, maka besar kemungkinan dapat masuk ke aplikasi perbankan," tegasnya.
Baca Juga: Dukcapil Jemput Bola Urus Dokumen Warga Terdampak Banjir Mataram
Gunadi menjelaskan, beberapa bank sudah menggunakan IKD sebagai salah satu lapisan keamanan untuk mengakses akun perbankan nasabah. Oleh karena itu, jika data IKD berhasil didapatkan penipu, risiko pembobolan rekening bank menjadi sangat tinggi.
Hingga saat ini, dirinya bersyukur belum ada warga yang melaporkan diri sebagai korban penipuan IKD yang telah mengalami kerugian finansial. Ini menandakan bahwa kesigapan warga untuk mengonfirmasi langsung ke Dukcapil setelah menerima pemberitahuan mencurigakan telah mencegah terjadinya kerugian.
Lebih lanjut, Dukcapil Kota Mataram mengimbau masyarakat untuk mengabaikan segala bentuk pesan atau panggilan yang mengatasnamakan petugas Disdukcapil untuk aktivasi IKD.
Masyarakat diminta tidak membagikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal, jangan klik tautan yang diberikan, dan perlu diingat bahwa semua pelayanan pengurusan administrasi kependudukan adalah gratis.
Lebih lanjut, jumlah pengguna IKD di Kota Mataram saat ini baru mencapai sekitar 5.000 orang dari target 125.000 warga yang telah memiliki KTP elektronik. Angka ini menunjukkan bahwa masih banyak potensi bagi penipu untuk menyasar warga yang belum sepenuhnya memahami proses aktivasi IKD.
Dukcapil Kota Mataram terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar segala bentuk aktivasi IKD hanya dilakukan oleh pihak Dukcapil.
“Kami minta kepada masyarakat agar segala bentuk aktivasi dilakukan oleh dari Dukcapil saja. Tidak ada dari pihak lain," pungkasnya.
Gunadi menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga data pribadi mereka dari potensi penyalahgunaan. Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan jika menerima telepon atau pesan yang mengatasnamakan petugas Disdukcapil hotline atau melalui Media Sosial Resmi Disdukcapil Mataram. (chi)
Editor : Redaksi Lombok Post