Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kronologi Kejadian Pesawat Latih FASI Jatuh di Bogor Hingga Tewaskan Pilot Terkenal 'Red Wolf'

Fratama P. • Minggu, 3 Agustus 2025 | 20:51 WIB
Kronologi pesawat latih jatuh di Bogor
Kronologi pesawat latih jatuh di Bogor

LombokPost - Sebuah pesawat latih sipil milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) mengalami kecelakaan tragis di Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, pada Minggu, 3 Agustus 2025.

Peristiwa jatuhnya pesawat latih ini menewaskan pilotnya, Marsekal Pertama TNI Fajar Adriyanto, seorang penerbang tempur F-16 yang dikenal dengan julukan Red Wolf.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, menjelaskan bahwa insiden terjadi saat pesawat latih lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja pada pukul 09.08 WIB.

Pesawat latih tersebut sedang dalam misi latihan profisiensi penerbangan olahraga dirgantara, sebuah kegiatan rutin untuk pembinaan dan pemeliharaan kemampuan personel.

"Sekitar pukul 09.19 WIB, pesawat mengalami hilang kontak dan ditemukan jatuh di sekitar TPU Astana," ungkap I Nyoman Suadnyana.

Menurutnya, Marsma Fajar bertindak sebagai pilot, sementara Roni sebagai co-pilot.

Latihan ini adalah bagian dari kegiatan FASI, induk olahraga dirgantara nasional yang berada di bawah binaan TNI AU.

Pesawat telah mengantongi Surat Izin Terbang (SIT) dan dinyatakan laik terbang.

"Saat itu, kedua awak pesawat langsung dievakuasi ke RSAU dr. M. Hassan Toto. Namun Marsma TNI Fajar dinyatakan meninggal setibanya di rumah sakit," jelasnya.

TNI AU bersama tim terkait telah melaksanakan evakuasi dan mengamankan lokasi kejadian.

"Jenazah Marsma TNI Fajar saat ini berada di RSAU Lanud Atang Sendjaja untuk prosesi selanjutnya, sementara lokasi jatuhnya pesawat telah diamankan dengan garis pengaman oleh aparat," tuturnya.

TNI AU menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa ini, mengenang Marsma Fajar sebagai sosok yang penuh dedikasi.

"Semangat, keteladanan, dan pengabdian beliau akan senantiasa menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam menjaga langit Indonesia," tutupnya.

Marsma TNI Fajar Adriyanto merupakan lulusan AAU tahun 1992 yang memiliki rekam jejak cemerlang.

Ia pernah mengemban berbagai jabatan strategis dan dikenal atas keterlibatannya dalam peristiwa udara bersejarah dengan pesawat F/A-18 Hornet Angkatan Laut Amerika Serikat di langit Bawean pada tahun 2003.***

Editor : Fratama P.
#pesawat latih #jatuh #Fajar #pesawat