LombokPost - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram menargetkan 600 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan mandiri atau graduasi dari program bantuan sosial (bansos) setiap tahun. Langkah ini bertujuan agar penyaluran bansos seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menjadi lebih tepat sasaran.
Kepala Dinsos Kota Mataram Lalu Samsul Adnan, menjelaskan bahwa target ini juga merupakan persiapan untuk menghadapi kebijakan pemerintah yang akan membatasi penerima bansos maksimal lima tahun. Dengan demikian, daftar penerima bansos di Mataram akan terus diperbarui.
Untuk mencapai target 600 KPM graduasi mandiri, Dinsos mengoptimalkan peran 63 pendamping PKH yang tersebar di enam kecamatan se-Kota Mataram. Dengan asumsi setiap pendamping dapat mengevaluasi dan mengusulkan 10 KPM untuk graduasi per tahun, maka target 600 KPM sangat mungkin tercapai.
Pendamping PKH bertugas mengevaluasi kondisi KPM yang sudah dianggap mampu dan tidak lagi membutuhkan bantuan. Usulan tersebut kemudian akan dievaluasi oleh Dinsos dan diajukan ke Kementerian Sosial. Jika disetujui, Kementerian Sosial akan mengeluarkan mereka dari daftar penerima bansos melalui Surat Keputusan (SK).
Selain itu, para pendamping juga bertugas mengevaluasi calon penerima baru yang dinilai lebih layak untuk mendapatkan bantuan. Usulan tersebut akan menjadi acuan bagi kementerian dalam menerbitkan SK baru.
Berdasarkan data terakhir Dinsos Kota Mataram pada Februari 2025, tercatat ada 25.215 KPM PKH dan 35.142 KPM BPNT. Sementara itu, jumlah Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan mencapai 145.488 jiwa.