Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bukan Menakut-nakuti, BMKG Ungkap Skenario Tsunami 68 Meter Megathrust Selatan Segmen Sumba

Nurul Hidayati • Kamis, 28 Agustus 2025 | 17:31 WIB
Tim BRIN Temukan Jejak Tsunami Purba Tak Jauh dari Bandara Jogja
Tim BRIN Temukan Jejak Tsunami Purba Tak Jauh dari Bandara Jogja

LombokPost – Sebuah studi pemodelan yang dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap sebuah skenario ekstrem yang mengejutkan.

Jika gempa megathrust pecah di Segmen Sumba, yang terletak di kawasan selatan, gelombang tsunami berpotensi mencapai ketinggian hingga 66-68 meter di wilayah pesisir Lombok Tengah.

Yang lebih mengkhawatirkan, gelombang dahsyat ini diperkirakan tiba sangat cepat, hanya dalam kurun waktu 18 hingga 20 menit setelah gempa terjadi.

Simulasi ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat dan pemerintah di seluruh Nusa Tenggara Barat (NTB) akan ancaman nyata yang tersembunyi di bawah laut.

Mengapa Simulasi Ini Penting?

Menurut seismolog BMKG, Pepen Supendi, pemodelan ini tidak bertujuan untuk menciptakan kepanikan, melainkan untuk membangun kesiapan yang optimal.

 Baca Juga: Lombok Berada di Atas Bom Waktu, Mengapa Selatan Pulau Lombok Jadi Sorotan Ahli Gempa?

" Ini skenario terburuk. Bisa terjadi, bisa juga tidak. Tapi prinsipnya, kita memodelkan kondisi paling parah agar jika yang terjadi lebih kecil, kita sudah siap," ungkap Pepen.

Pemodelan ini menunjukkan bahwa ancaman tsunami di Lombok tidak hanya berasal dari satu sumber. Pepen juga mengingatkan kembali pada gempa outer-rise berkekuatan magnitudo 8,3 pada tahun 1977 yang juga memicu tsunami di Lombok.

Hal ini memperkuat pemahaman bahwa Lombok dikelilingi oleh berbagai potensi gempa yang dapat menimbulkan gelombang besar, baik dari zona subduksi maupun sumber-sumber lain di luar zona tersebut.

Ancaman Ganda dan Waktu yang Singkat

Kecepatan kedatangan tsunami menjadi tantangan terbesar. Dengan waktu yang sangat singkat, tidak ada ruang untuk keragu-raguan.

Informasi yang disebarluaskan dan sistem peringatan dini harus bekerja dengan sempurna agar evakuasi bisa dilakukan secepat mungkin.

Pemodelan BMKG menjadi dasar penting bagi BPBD NTB dan pihak terkait untuk merancang jalur evakuasi yang efektif dan melatih masyarakat agar memiliki respons tanggap darurat yang cepat.

Pentingnya pemahaman ini ditekankan oleh Pepen. Masyarakat perlu menyadari bahwa ancaman tsunami itu nyata dan tidak hanya terbatas pada satu wilayah.

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

Dengan adanya data yang detail ini, edukasi dan simulasi bencana dapat disesuaikan secara lebih spesifik untuk setiap wilayah pesisir di Lombok, memastikan bahwa setiap orang tahu apa yang harus dilakukan saat gempa kuat mengguncang.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Tsunami #bmkg #Selatan #megathrust #Lombok