Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemprov Segera Realisasikan Sekolah Rakyat di NTB, Lima SR Diupayakan Segera Beroperasi

Rosmayanthi • Jumat, 29 Agustus 2025 | 13:25 WIB

Kepala Dinas Sosial NTB Dra. Nunung Triningsih, MM., mengatakan proses perekrutan siswa untuk jenjang sekolah dasar sudah dimulai bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Kepala Dinas Sosial NTB Dra. Nunung Triningsih, MM., mengatakan proses perekrutan siswa untuk jenjang sekolah dasar sudah dimulai bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.
LombokPost - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan program Sekolah Rakyat segera terealisasi.

Kepala Dinas Sosial NTB Dra. Nunung Triningsih, MM., mengatakan proses perekrutan siswa untuk jenjang sekolah dasar sudah dimulai bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Nunung menyebutkan ada lima Sekolah Rakyat pada tahap pertama di Nusa Tenggara Barat. Pertama SRMP 18 Lombok Barat (sudah beroperasi), kedua SRMA 38 Lombok Timur (sudah beroperasi), ketiga, lokasi SKB Gunungsari Lombok Barat, keempat lokasi BPVP Lenek Lombok Timur dan kelima lokasi SMPN 4 Sumbawa.

"Kurikulum sama (dengan sekolah reguler) hanya saja ada tambahan pembinaan karakter, dibekali ilmu agama, dan ilmu vokasi untuk sekolah rakyat jenjang SMA," tambah Nunung.

Sekolah Rakyat merupakan program sekolah langsung mondok. Jadi semua biaya dari pagi sampai pa pagi lagi ditanggung negara.

"SR adalah sekolah gratis langsung mondok, semua biaya sekolah maupun makan di Asrama semua ditanggung negara," jelas Nunung.

Pemerintah pusat membuat program ini bertujuan memutus rantai kemiskinan dengan memberikan pendidikan berkualitas, keterampilan hidup, dan karakter kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Tapi perlu diketahui, empat sekolah rakyat yang akan beroperasi ini hanya bersifat sementara. Karena nantinya, pemerintah pusat akan membangun SR permanen.

"Jadi sekolah rakyat ini akan dibangun permanen, dan pembangunannya dari nol, karena pemerintah tidak mau menggunakan gedung bekas, sehingga semua fasilitas akan dibangun khusus oleh pemerintah pusat," jelas Nunung.

Dari enam sekolah rakyat yang diusulkan kabupaten/kota untuk menjadi SR permanen, baru dua lokasi Sekolah Rakyat yang sudah disetujui oleh Kementerian Sosial, yakni yang di daerah Gumantar di Lombok Utara dan Pandai di Kabupaten Bima.

Sementara 4 sisanya yakni Labuan Badas Sumbawa, Kelayu Jorong Lombok Timur, Kuripan Lombak Barat dan Pringgerate Lombok Tengah, masih ditinjau kembali oleh Kementerian Sosial.

Pasalnya, untuk disetujui sebagai sekolah rakyat permanen, ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh pemerintah kabupaten/kota.

"Salah satunya syarat lahan minimal 5 hektare untuk satu lokasi Sekolah Rakyat, sedangkan mencari lahan seluas itu di kota cukup sulit," ungkap Nunung.

Mengenai kapan mulai dibangun SR permanen ini, Kadinsos NTB belum bisa memastikan.

"Belum ada info kapan mulai dibangun, tapi berdasarkan penjelasan pemerintah pusat tahun depan sudah mulai beroperasi," jelas Nunung.

Dia juga menjelaskan jika jenjang pendidikan di satu sekolah rakyat permanen itu nantinya lengkap, dari SD, SMP dan SMA. Tak hanya gedung sekolah, dilahan SR permanen yang disiapkan juga akan dibangun gedung asrama, sarana olahraga, sarana ibadah dll.

Mengenai kapasitas per sekolah rakyat permanen, Nunung menyebutkan, akan menampung 1000 anak untuk 3 jenjang (SD, SMP dan SMA), dengan biaya setiap anak 4 juta per bulan.

Editor : Siti Aeny Maryam
#masyarakat #Dinas Sosial NTB #Sekolah Rakyat #nunung #Permanen