LombokPost - Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kabar duka datang dari Lombok. Maestro wayang Sasak, H. Lalu Nasib, wafat pada Jumat (29/8/2025) pukul 12.15 WITA di kediamannya di Perigi, Kecamatan Gerung, Lombok Barat.
Kabar wafatnya Lalu Nasib dibenarkan pihak keluarga. Dalang legendaris yang akrab disapa Mamiqnda itu meninggal dunia dalam usia sepuh setelah beberapa tahun terakhir berjuang melawan kondisi kesehatan yang menurun.
“Beliau meninggal dengan tenang di rumah, dikelilingi keluarga. InsyaAllah pemakaman akan segera dilaksanakan setelah musyawarah keluarga,” ujar salah satu kerabat.
Maestro Wayang Sasak, Lalu Nasib
Nama Lalu Nasib begitu harum di dunia kesenian Lombok. Selama lebih dari 50 tahun, ia mengabdikan hidupnya untuk wayang Sasak, kesenian tradisional yang menjadi identitas masyarakat Sasak.
Sejak tahun 1965, ia menekuni seni pedalangan dan dikenal dengan gaya pementasan yang khas. Ia memadukan cerita tradisi dengan improvisasi modern.
Lawakan segar, interaksi dengan penonton, hingga sisipan kisah aktual menjadikan pertunjukannya diminati lintas generasi.
Lalu Nasib juga melahirkan karakter-karakter khas seperti Rerencek, Inak Ocong, Amak Ocong, Amak Amat, Amak Baok, dan Inak Etet.
Tokoh-tokoh itu mencerminkan kehidupan sehari-hari masyarakat, sehingga mudah diterima semua kalangan.
Warisan Budaya yang Dicintai Lintas Generasi
Lalu Nasib wafat, tapi warisannya tetap hidup. Karya-karya dan lakon yang ia mainkan membuat wayang Sasak dicintai anak-anak, remaja, hingga orang tua.
Baca Juga: Jangan Mau Ketinggalan, Pengusaha Perempuan NTB Wajib Melek Syariah
Ia menjadikan wayang bukan sekadar tontonan, tapi juga tuntunan, sarat pesan moral dan sosial.
Kiprahnya bahkan terdokumentasi dalam sebuah biografi berjudul Layar Nasib: 50 Tahun Berkarya. Buku itu mencatat perjalanan panjang seorang maestro dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya Sasak.
Meski dunia hiburan modern kini dipenuhi televisi dan media sosial, eksistensi Lalu Nasib tetap kuat. Kreativitas dan keberanian berinovasi membuat wayang Sasak tetap relevan.
Ia membuktikan bahwa budaya tradisional bisa bertahan bila disajikan dengan cinta dan ketulusan.
Duka Mendalam dari NTB
Gubernur NTB turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya sang maestro.
“Innalillahi wa inna ilaihirojiun. Saya menyampaikan ucapan duka cita mendalam atas wafatnya Lalu Nasib. Ini bukan hanya kehilangan bagi keluarga, namun bagi seluruh masyarakat NTB. Beliau adalah legenda wayang Sasak. Kita sangat kehilangan budayawan yang konsisten dengan jalan tradisi,” ujar Gubernur NTB.
“Selamat jalan Mamiqnda. Semoga kami bisa melanjutkan perjuanganmu,” tambahnya.
Kepergian dalang legendaris Lombok, Lalu Nasib, adalah kehilangan besar bagi dunia seni dan budaya Nusantara, khususnya wayang Sasak. Namun, karya, dedikasi, dan warisannya akan terus hidup dalam hati masyarakat.
Lalu Nasib wafat, tapi jejaknya sebagai maestro wayang Sasak akan tetap menjadi inspirasi abadi. (***)
Editor : Alfian Yusni