Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Perbaikan Dua Jembatan Terdampak Banjir Mataram Segera Dimulai

Sanchia Vaneka • Rabu, 3 September 2025 | 20:52 WIB

 

 

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning jelaskan Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALDT) atau IPAL Komunal di Kota Mataram akan segera memasuki tahap eksekusi fisik
Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning jelaskan Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALDT) atau IPAL Komunal di Kota Mataram akan segera memasuki tahap eksekusi fisik


LombokPost
— Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersiap memulai perbaikan dua jembatan utama yang rusak parah akibat banjir pada Juli lalu.

Dua proyek strategis di Perumahan Mahkota Bertais dan Karang Kemong ini tinggal menunggu pengumuman pemenang lelang dan penandatanganan kontrak.


Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning, memastikan bahwa proses lelang sudah selesai dan hasilnya akan segera diumumkan.

"Yang dua itu besar, tinggal tunggu pemenang," ujar Lale pada Rabu, 2 September.

Ia menargetkan kedua jembatan ini rampung pada akhir tahun, sehingga akses warga bisa segera pulih.

Total anggaran yang disiapkan untuk perbaikan kedua jembatan mencapai Rp 5,4 miliar.
Desain Berbeda, Anggaran Ratusan Juta
Lale menjelaskan, jembatan di Perumahan Mahkota Bertais akan dibangun dengan desain konvensional dengan panjang 10 meter dan lebar 10 meter.

Anggaran yang dialokasikan untuk proyek ini mencapai Rp 2,3 miliar.
Sementara itu, jembatan di Karang Kemong akan menggunakan desain berbeda.

"Untuk jembatan Karang Kemong, bentangnya lebih panjang dan desainnya menggunakan rangka agar lebih kuat," jelas Lale.

 Jembatan ini akan memiliki bentang 16 meter dan lebar tiga meter, dengan sisa anggaran sebesar Rp 3,1 miliar.

Proses kontrak untuk kedua proyek prioritas ini dijadwalkan akan dimulai pada awal September. Targetnya, pembangunan fisik dapat segera berjalan dan selesai sebelum pergantian tahun untuk memenuhi urgensi pemulihan akses bagi warga.

Selain dua jembatan utama yang sudah dilelang, Dinas PUPR juga mengusulkan perbaikan infrastruktur lain yang rusak akibat banjir, seperti bronjong, talud, dan tanggul. Rencana perbaikan ini akan diajukan melalui APBD Perubahan tahun ini.

Lale menambahkan, ada tiga jembatan lain yang kerusakannya tidak terlalu parah dan masih bisa digunakan. Perbaikan jembatan-jembatan ini akan diusulkan belakangan, disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.

Secara keseluruhan, total kebutuhan anggaran untuk perbaikan seluruh infrastruktur yang terdampak banjir di Kota Mataram diperkirakan mencapai sekitar Rp12 miliar.

"Kita sesuaikan dengan kondisi fiskal juga," pungkas Lale. 

Editor : Siti Aeny Maryam
#jembatan #Mataram #Banjir Mataram