LombokPost —Dinas Perikanan Kota Mataram mengimbau nelayan di Kecamatan Ampenan dan Sekarbela untuk meningkatkan kewaspadaan saat melaut. Kondisi cuaca ekstrem akibat musim angin barat berpotensi membahayakan keselamatan mereka.
Kepala Dinas Perikanan Kota Mataram Irwan Harimansyah, menegaskan agar nelayan tidak memaksakan diri melaut jika cuaca tidak memungkinkan.
"Jangan dipaksakan untuk melaut, kalau memang tidak butuh sekali dan cuaca sangat ekstrem," ujarnya, Rabu (10/9).
Menurut Irwan, meskipun gelombang laut saat ini masih terpantau aman, musim angin barat diprediksi akan berlangsung hingga awal tahun depan. Puncak kondisi ekstrem ini biasanya terjadi pada triwulan keempat.
Baca Juga: Innalillahi, Nelayan yang Hilang Saat Melakukan Perbaikan Pipa HDPE Ditemukan Meninggal
Cuaca ekstrem tidak hanya mengancam keselamatan, tetapi juga berdampak langsung pada hasil tangkapan ikan.
Musim angin barat menyebabkan potensi tangkapan ikan menurun hingga 20-25 persen dari jumlah normal.
"Kalau normal per bulan itu rata-rata 20 ton hasil tangkapan untuk tongkol," sebutnya.
Dengan berkurangnya pasokan, harga ikan di pasaran pun dipastikan akan naik.
"Biasanya itu nanti bakal naik harga tongkol," lanjut Irwan.
Baca Juga: BPBD Kota Mataram Siaga Gelombang Tinggi Akibat Fenomena Corn Moon 2025
Prioritaskan Keselamatan dan Komunikasi
Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Dinas Perikanan Mataram mengimbau nelayan untuk selalu berkomunikasi dengan kelompoknya.
Komunikasi ini menjadi kunci utama, mengingat belum ada sistem khusus untuk mendeteksi nelayan yang belum pulang.
"Jadi, kalau ada apa-apa bisa dicari," pungkas Irwan.
Irwan berharap, nelayan dapat memprioritaskan keselamatan di atas segalanya. Ia juga meminta mereka untuk saling berkoordinasi dan memantau informasi cuaca terkini sebelum memutuskan melaut.
Langkah-langkah ini penting untuk mencegah kecelakaan laut dan memastikan nelayan kembali dengan selamat.
Editor : Siti Aeny Maryam