Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gas Elpiji 3 Kg Langka di Mataram? Dinas Perdagangan Ungkap Penyebabnya dan Usulkan Tambahan Pasokan

Sanchia Vaneka • Rabu, 17 September 2025 | 09:38 WIB

 

Disdag ungkap kelangkaan elpiji 3 kilogram
Disdag ungkap kelangkaan elpiji 3 kilogram


LombokPost - Isu kelangkaan gas LPG 3 kg atau gas melon di Kota Mataram belakangan ini menjadi perbincangan hangat.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram memastikan bahwa kelangkaan ini murni disebabkan oleh tingginya permintaan masyarakat, bukan karena pasokan yang kosong.

Menurut Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting (Kabid Bapokting) Disdag Kota Mataram, Sri Wahyunida, ketersediaan barang masih ada, namun penyerapan di lapangan sangat cepat. Pihaknya pun telah mengajukan extra dropping atau penambahan pasokan ke Pertamina untuk memenuhi kebutuhan.

Sri Wahyunida menjelaskan, kondisi ini dipicu oleh dua momen penting yang berdekatan. “Pertama, momen Maulid Nabi, dan yang kedua, mahasiswa sudah mulai beraktivitas kembali,” jelasnya.

 Baca Juga: Stok Gas “Melon” di Mataram Relatif Aman dan Distribusi Lancar

Hal ini menyebabkan gas LPG 3 kg yang baru datang ke pangkalan langsung diserbu oleh masyarakat. Saat tim Disdag melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pangkalan Pagesangan, misalnya, gas yang baru tiba langsung habis terjual.

Untuk menindaklanjuti kondisi tersebut, Disdag telah mengambil sampel dari lima pangkalan dan berkoordinasi langsung dengan pihak Pertamina serta Hiswana Migas. Hiswana Migas pun membenarkan bahwa permintaan gas subsidi di Mataram memang sedang tinggi.

Sebagai solusi, Nida memastikan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pertamina untuk meminta penambahan pasokan. Usulan ini diajukan agar stok di lapangan bisa kembali normal.

"Kami akan melakukan koordinasi dengan Pertamina terkait dengan extra dropping yang kita minta,” katanya.

Disdag Mataram berencana mengusulkan penambahan sekitar 21,3 metrik ton, atau setara dengan kurang lebih 7.000 tabung. "Extra dropping itu di luar kuota kita yang 18,54 metrik ton,” imbuhnya.

Baca Juga: Kelangkaan Gas Melon Masih Terasa di Mataram, Harganya Tembus Rp 25 per Tabung

Terkait harga, Nida menegaskan bahwa tidak ada indikasi penimbunan atau penjualan di atas harga ketentuan.

"Kalau harga tetap sesuai. Di pangkalan tidak boleh menaikkan, harganya Rp18.000 per tabung,” tegasnya.

Jika ada harga yang lebih tinggi, itu biasanya terjadi di tingkat pengecer yang menambah biaya operasional. Nida juga membantah isu harga gas melon yang mencapai Rp 30.000, seraya menegaskan harga tertinggi di pengecer pun biasanya hanya sekitar Rp 20.000.

Melihat maraknya antrean, Nida meminta masyarakat untuk tidak melakukan panic buying atau membeli dalam jumlah berlebihan. Ia mengimbau agar masyarakat tetap membeli sesuai kebutuhan harian mereka.

 

Editor : Jelo Sangaji
#elpiji #gas melon #gas melon 3 kg