LombokPost - Masa kekosongan jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) akhirnya berakhir settelah pemilihan Erick Thohir.
Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Erick Thohir sebagai Menpora baru di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (17/9).
Pengangkatan Erick Thohir ini tertuang dalam Keputusan Presiden RI Nomor 96P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode 2024-2029, yang diteken pada hari yang sama.
Pelantikan Erick Thohir sekaligus mengakhiri serangkaian spekulasi yang muncul sejak perombakan kabinet pertama pada Senin, 8 September 2025, yang mana Dito Ariotedjo diberhentikan dari jabatannya.
Dengan pelantikan ini, Erick Thohir secara resmi menggantikan Dito dan menempati kursi Menpora dalam sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih.
Perjalanan Karier dan Kejutan di Tengah Spekulasi
Sebelum nama Erick Thohir muncul sebagai kandidat kuat, kursi Menpora sempat menjadi topik hangat di kalangan publik.
Berbagai nama dijagokan untuk mengisi posisi tersebut, mulai dari politisi muda Puteri Komarudin dari Partai Golkar hingga pesohor ternama Raffi Ahmad.
Namun, keputusan akhir Presiden Prabowo justru jatuh kepada sosok yang memiliki rekam jejak mentereng di dunia bisnis dan pemerintahan.
Erick Thohir bukan nama baru di kancah nasional dan sudah dikenal luas.
Erick Thohir sebelumnya menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sejak era Presiden Joko Widodo dan melanjutkan posisinya hingga di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
Selain itu, mantan pemilik klub sepak bola Italia Inter Milan ini juga dikenal memiliki pengalaman luas dalam mengelola organisasi olahraga berskala internasional.
Penunjukannya sebagai Menpora baru menunjukkan kepercayaan penuh dari presiden terhadap kemampuannya untuk mengelola sektor yang vital ini.
Agenda Besar di Depan Mata
Sebagai Menpora, Erick Thohir langsung dihadapkan pada sejumlah agenda besar yang menantinya.
Salah satu tugas terdekatnya adalah memastikan kesiapan Indonesia dalam menyambut SEA Games 2025 yang akan berlangsung di akhir tahun ini, diikuti oleh persiapan untuk Asian Games 2026.
Lebih dari itu, tugas utamanya adalah mengawal program-program strategis yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional.
Erick Thohir harus bekerja keras untuk memenuhi target ambisius Presiden Prabowo, yaitu mengirimkan 100 atlet Indonesia ke ajang Olimpiade 2028.
Target ini menuntut kerja keras, perencanaan matang, dan sinergi dari berbagai pihak termasuk Erick Thohir untuk memastikan atlet-atlet terbaik bangsa siap bersaing di panggung global.***
Editor : Fratama P.