Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Keberanian Prabowo 'Pukul Balik' Sindiran Donald Trump: Kita Bukan Apa-apa Tanpa...

Fratama P. • Rabu, 24 September 2025 | 19:17 WIB
Prabowo balas Donald Trump
Prabowo balas Donald Trump

LombokPost - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara tegas menepis pernyataan Donald Trump mengenai relevansi peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) saat ini.

Dalam pidatonya pada Sidang Majelis Umum PBB di New York, Selasa (23/9), Prabowo menyampaikan keyakinannya bahwa tanpa PBB, tidak ada satu pun negara yang dapat merasa aman.

Prabowo justru menyoroti peran sentral PBB sebagai platform yang memungkinkan para pemimpin dunia untuk berkumpul dan mencari solusi bagi berbagai permasalahan global.

"Tanpa Perserikatan Bangsa-Bangsa, kita tidak akan aman. Tidak ada negara yang dapat merasa aman," ucap Prabowo.

Prabowo kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendukung organisasi internasional tersebut.

"Kita membutuhkan PBB dan Indonesia akan terus mendukung PBB," tegasnya.

Kritikan Tajam Trump: PBB Bagaikan 'Macan Kertas'

Pernyataan Prabowo ini muncul sebagai respons terhadap kritikan pedas yang sebelumnya dilontarkan Donald Trump.

Mantan Presiden Amerika Serikat itu secara eksplisit mempertanyakan efektivitas PBB, bahkan menyebutnya bagaikan "macan kertas" yang tidak mampu menghentikan konflik selain melalui "kata-kata kosong" belaka.

Donald Trump juga memamerkan klaim bahwa ia berhasil menghentikan tujuh perang hanya dalam tujuh bulan masa jabatannya, tanpa bantuan apa pun dari PBB.

Perang yang ia sebutkan meliputi konflik di Kamboja-Thailand, Kosovo-Serbia, Kongo-Rwanda, Pakistan-India, Israel-Iran, Mesir-Ethiopia, serta Armenia-Azerbaijan.

Menurutnya, PBB tidak memberikan kontribusi nyata dalam penyelesaian konflik-konflik tersebut.

"Tampaknya yang mereka lakukan hanyalah menulis surat yang sangat tegas dan tidak pernah menindaklanjuti surat itu. Itu cuma kata-kata kosong, dan kata-kata kosong tidak menyelesaikan perang. Satu-satunya hal yang menyelesaikan perang adalah tindakan," pungkas Donald Trump.

Perbedaan Filosofi Diplomatik

Perbedaan pandangan antara Prabowo dan Donald Trump ini mencerminkan dua filosofi diplomasi yang bertolak belakang.

Prabowo, sebagai perwakilan Indonesia, mengusung pendekatan multilateralisme yang mengandalkan kerja sama antarnegara dan institusi global untuk menciptakan stabilitas dan perdamaian.

Posisi ini sejalan dengan tradisi diplomasi Indonesia yang mengedepankan dialog dan konsensus.

Sebaliknya, kritikan Donald Trump terhadap PBB menunjukkan pendekatan unilateral yang mengutamakan kepentingan nasional di atas segalanya.

Dalam pandangannya, efektivitas ditentukan oleh tindakan langsung, bukan oleh forum atau kesepakatan internasional.

Pidato kedua Prabowo di Sidang Majelis Umum PBB tidak hanya menjadi ajang penyampaian sikap masing-masing negara, tetapi juga cerminan dari dua pandangan yang berbeda tentang bagaimana dunia harus dikelola di tengah kompleksitas tantangan global.***

Editor : Fratama P.
#prabowo #pbb #Donald Trump