Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

RSUD NTB Buka Akses Penanganan Penyakit Jantung Bawaan: Selamatkan Anak-Anak, Selamatkan Masa Depan Bangsa

Alfian Yusni • Minggu, 28 September 2025 | 17:47 WIB
Kini, dengan dukungan tim dokter nasional, pasien PJB di NTB bisa mendapatkan layanan tersebut tanpa harus dirujuk jauh ke luar daerah.
Kini, dengan dukungan tim dokter nasional, pasien PJB di NTB bisa mendapatkan layanan tersebut tanpa harus dirujuk jauh ke luar daerah.

LombokPost - Penyakit jantung bawaan masih menjadi ancaman nyata bagi ribuan anak Indonesia.

Setiap tahun, tercatat lebih dari 80 ribu bayi lahir dengan penyakit jantung bawaan. Sayangnya, banyak yang terlambat terdeteksi karena keterbatasan dokter dan fasilitas di daerah.

Momentum Hari Jantung Sedunia 2025 yang jatuh pada 29 September menjadi titik balik penting bagi pelayanan kesehatan jantung di Nusa Tenggara Barat.

RSUD Provinsi NTB tampil sebagai penggerak utama dengan menggelar rangkaian kegiatan penanganan penyakit jantung bawaan secara komprehensif, demi menyelamatkan generasi masa depan bangsa.

Dipimpin oleh dr. G.A.R. Prawisanthi, Sp.JP(K), kegiatan ini menghadirkan kolaborasi lintas daerah yang belum pernah dilakukan sebelumnya di NTB.

Hadir pula para dokter spesialis jantung dan pembuluh darah papan atas Indonesia, seperti dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K), dr. Yovi Kurniawati, Sp.JP(K), dr. BRM. Ario Soeryo Kuncoro, Sp.JP(K) dari FK Universitas Indonesia/PJN Harapan Kita Jakarta, serta dr. Alisia Yuana Putri, Sp.JP(K) dari FK Unair/RSUD dr Soetomo Surabaya.

Akses Penanganan VSD Kini di NTB, Tak Perlu Lagi ke Luar Daerah

Puncak kegiatan adalah proctorship tindakan pemasangan device bagi pasien dengan kelainan Ventricular Septal Defect (VSD), salah satu jenis penyakit jantung bawaan yang paling sering ditemukan pada anak-anak.

Prosedur intervensi ini sebelumnya hanya bisa dilakukan di rumah sakit besar di Pulau Jawa.

Kini, dengan dukungan tim dokter nasional, pasien PJB di NTB bisa mendapatkan layanan tersebut tanpa harus dirujuk jauh ke luar daerah.

 

“Ini langkah besar untuk mendekatkan layanan kesehatan jantung kepada masyarakat NTB. Kami ingin anak-anak dengan penyakit jantung bawaan tidak kehilangan kesempatan hidup sehat hanya karena jarak dan biaya,” ujar dr. Prawisanthi.

Edukasi Dokter Muda: Kunci Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan

Selain intervensi medis, RSUD NTB juga menggelar kuliah tamu untuk mahasiswa koas Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Mataram.

Materi disampaikan langsung oleh dr. Radityo Prakoso dengan topik anamnesis dan pemeriksaan fisis dalam mendiagnosis penyakit jantung bawaan.

Kuliah ini dimoderatori oleh dr. Yusra Pintaningrum, Sp.JP(K) yang memotivasi para calon dokter muda untuk serius mempelajari teknik deteksi dini penyakit jantung bawaan.

“Deteksi dini dimulai dari pemeriksaan sederhana oleh dokter di puskesmas atau rumah sakit daerah. Jika mereka peka, anak-anak dengan PJB bisa ditangani lebih cepat dan tepat,” kata dr. Yusra.

Kebutuhan Ahli Kardiologi Pediatrik Masih Sangat Tinggi

Menurut dr. Radityo Prakoso, Indonesia masih menghadapi kekurangan serius dalam jumlah ahli kardiologi pediatrik.

Saat ini, hanya ada sekitar 100 dokter spesialis jantung anak di seluruh Indonesia. Jumlah itu jauh dari cukup untuk menangani sekitar 80.298 kasus penyakit jantung bawaan yang tercatat setiap tahun.

“Perlu kerja sama lintas daerah dan penguatan kapasitas dokter umum maupun dokter anak di daerah, agar kasus penyakit jantung bawaan dapat terdeteksi lebih awal,” tambah dr. Radityo.

Pesan Hari Jantung Sedunia: Jantung Sehat, Investasi Masa Depan

Momentum Hari Jantung Sedunia tahun ini menjadi pengingat bahwa kesehatan jantung adalah investasi sejak usia dini.

 

Dengan memperluas akses layanan intervensi dan memperkuat edukasi bagi tenaga medis, peluang menyelamatkan lebih banyak anak dari penyakit jantung bawaan kian terbuka lebar.

Langkah kecil seperti pemeriksaan sederhana di daerah dapat membawa dampak besar bagi deteksi dini dan penanganan penyakit jantung bawaan di Indonesia.

“Setiap anak berhak memiliki masa depan yang sehat. Dengan langkah bersama seperti ini, kita bisa memastikan tidak ada lagi anak NTB yang kehilangan masa depannya karena penyakit jantung bawaan,” tutup dr. Prawisanthi. (***)

 

Editor : Alfian Yusni
#penanganan penyakit jantung bawaan #RSUD Provinsi NTB #pelayanan kesehatan jantung