LombokPost – Operasi pencarian korban runtuhnya gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, terus digencarkan.
Hingga Jumat (3/10) pukul 23.05 WIB, tragedi ini mencatat total 167 korban, dengan rincian yang terus diperbarui oleh tim SAR gabungan.
Tim SAR berhasil mengevakuasi delapan jenazah tambahan dari reruntuhan, meningkatkan total korban meninggal dunia menjadi 14 orang.
Sementara itu, fokus utama saat ini adalah menemukan 49 orang lainnya yang masih dinyatakan hilang berdasarkan data absensi pondok pesantren.
Perkembangan dan Rincian Terbaru Korban
Dari total 167 korban, data per Jumat malam menunjukkan.
Korban Ditemukan: 118 orang
Selamat: 103 orang
Meninggal Dunia: 14 orang (bertambah 8 jenazah)
Pulang Mandiri: 1 orang (kembali ke rumah tanpa penanganan medis)
Korban Dalam Pencarian: 49 orang
Dari 103 korban selamat, sebanyak 14 orang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara 89 orang telah diperbolehkan pulang.
Satu orang korban selamat juga telah dirujuk ke rumah sakit di Mojokerto untuk penanganan lebih lanjut.
Detik-Detik Evakuasi di Sektor Prioritas
Proses pencarian dan evakuasi hari ini dilakukan dengan intensitas tinggi, melibatkan dukungan penuh dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, PMI, dan berbagai unsur relawan lainnya. Tambahan delapan jenazah yang ditemukan tersebar di berbagai sektor pencarian.
Proses evakuasi korban ambruknya gedung Ponpes Al-Khoziny pada hari Jumat (3/10) dimulai pagi hari dengan penemuan dua jenazah di Sektor A2 (area tempat wudhu), masing-masing pada pukul 07.30 WIB dan 10.17 WIB.
Pencarian kemudian meluas, menghasilkan temuan korban berikutnya pada pukul 11.34 WIB di Sektor A4, area yang relatif terpisah dari struktur utama.
Memasuki siang hari, fokus bergeser ke area timbunan beton tebal, di mana tim SAR berhasil mengevakuasi dua korban di Sektor A3 pada pukul 14.00 WIB dan 17.15 WIB.
Menjelang sore, operasi ditutup dengan penemuan dua jenazah dalam waktu berdekatan: satu pada pukul 17.17 WIB di Sektor A1 (sisi depan bangunan), dan korban terakhir hari itu ditemukan pada pukul 17.30 WIB kembali di Sektor A2.
Total delapan jenazah berhasil dievakuasi pada hari itu dari berbagai sektor pencarian.
Tim SAR Gabungan menjelaskan, proses pembersihan material reruntuhan kini difokuskan selama 24 jam penuh dan berpusat pada sisi utara bangunan yang tidak lagi terintegrasi dengan struktur utama.
Sektor A1 hingga A4 adalah pembagian area yang ditetapkan tim SAR untuk mempermudah koordinasi pencarian, khususnya di area dengan material runtuhan tebal (seperti Sektor A3) dan area tempat wudhu (Sektor A2) yang menjadi lokasi ditemukannya banyak korban.
Setiap temuan jenazah segera ditindaklanjuti oleh tim evakuasi yang terdiri dari tenaga medis dan ambulans untuk memastikan penanganan korban dilakukan secara cepat dan profesional.
Tim SAR berjanji akan terus bekerja tanpa henti hingga seluruh korban yang hilang dapat ditemukan.
Editor : Jelo Sangaji