Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dari Dapur ke Masa Depan: Aksi Bhayangkari Lawan Stunting di Lombok Utara Bikin Haru!

Marthadi • Selasa, 7 Oktober 2025 | 23:21 WIB

 

Bhayangkari Lombok Utara bekerja sama dengan PAUD Chili Community House menggagas lomba masak bergizi murah meriah, sebagai bentuk edukasi gizi kreatif untuk para orang tua.
Bhayangkari Lombok Utara bekerja sama dengan PAUD Chili Community House menggagas lomba masak bergizi murah meriah, sebagai bentuk edukasi gizi kreatif untuk para orang tua.
LombokPost – Upaya pencegahan stunting di Kabupaten Lombok Utara terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.

Salah satu inisiatif terbaru datang dari Bhayangkari Cabang Lombok Utara yang menggandeng PAUD Chili Community House menggelar lomba memasak bergizi di Aula Sarja Arya Racana Polres Lombok Utara, Selasa (7/10).

Mengusung tema “Masakan Sederhana, Murah, Bergizi, Cegah Stunting, Cerdaskan Anak Bangsa”, lomba ini diikuti 34 wali murid yang terbagi dalam 17 kelompok. Mereka menampilkan kreasi menu sehat tanpa menggunakan MSG, dengan pendampingan dari tim medis Poliklinik Polres Lombok Utara (Dokkes).

Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara Ny. Heny Agus Purwanta mengatakan kegiatan ini lahir dari kepedulian bersama terhadap pola makan anak dan pentingnya gizi seimbang dalam keluarga.

“Ini sebenarnya gayung bersambut. Saya menginisiasi, dan teman-teman di Chili sangat mendukung. Para ibu sadar betul tentang pentingnya gizi anak. Ini membanggakan,” ujar Ny. Heny.

Menurutnya, lomba ini bukan sekadar ajang kreativitas, tetapi menjadi sarana evaluasi langsung terhadap pemahaman orang tua mengenai makanan sehat.

“Kami ingin menguji, bukan hanya memberi informasi satu arah. Ibu adalah guru dan panutan utama. Pencegahan jauh lebih murah dibanding pengobatan,” tegasnya.

Kegiatan juga dirangkaikan dengan program Polisi Sahabat Anak yang melibatkan 110 anak PAUD Chili Community House. Anak-anak diajak mengenal lingkungan kerja kepolisian sebagai bagian dari edukasi karakter dan disiplin sejak dini.

“Anak perlu tahu bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama, termasuk mereka. Gizi yang baik mencetak pemimpin masa depan,” tambahnya.

Ny. Heny juga menyoroti masih minimnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya stunting.

“Stunting sering dianggap remeh, padahal dampaknya sangat besar. Ini penghambat generasi emas, musuh bersama,” ujarnya.

Pendiri Chili Community House Noor Ain Hussin, Ph.D., menyampaikan bahwa kolaborasi ini berangkat dari visi bersama untuk mengedukasi masyarakat, terutama ibu dan anak, soal pentingnya gizi dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami sering berdiskusi merancang program edukatif yang menyenangkan dan mudah diterima. Lomba memasak ini salah satunya,” kata Noor Ain.

Chili Community House sendiri menerapkan metode learning by doing, di mana anak-anak dilibatkan langsung dalam menanam, mengolah, dan merasakan cita rasa alami dari bahan lokal tanpa tambahan MSG.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa makanan sehat tak harus mahal. Peran orang tua sangat penting dalam menanamkan kebiasaan ini,” tegasnya.

Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta turut memberikan dukungan penuh atas kegiatan yang digagas oleh Bhayangkari.

“Kegiatan seperti ini saya apresiasi. Edukasi bergizi, sosial, dan menyenangkan ini sangat sejalan dengan semangat Polri yang humanis,” ujarnya.

Ia juga menegaskan peran strategis Bhayangkari sebagai mitra sosial Polri dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat.

“Bhayangkari bukan hanya pendamping, tapi juga penggerak perubahan. Kolaborasi lintas sektor seperti ini harus terus dipupuk,” kata AKBP Agus. (*)

Editor : Marthadi
#Gizi anak PAUD #Bhayangkari Peduli Stunting #stunting Lombok Utara #Lomba Masak Bhayangkari #Kolaborasi Cegah Stunting