Pengumuman ini bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, kepada Perdana Menteri India, Narendra Modi, di Mumbai. Kedua pemimpin tersebut memuji potensi hubungan komersial yang semakin kuat setelah perjanjian perdagangan yang baru terjalin beberapa bulan lalu.
Dalam pernyataan resmi mengenai kesepakatan pertahanan ini, pemerintah Inggris menyebut kontrak baru untuk Rudal Multiguna Ringan buatan Thales (TCFP.PA), yang diproduksi di Irlandia Utara, akan menjamin 700 pekerjaan di pabrik tersebut. Pabrik ini saat ini juga memproduksi senjata serupa untuk Ukraina.
“Kesepakatan ini membuka jalan bagi kemitraan senjata kompleks yang lebih luas antara Inggris dan India, yang saat ini sedang dinegosiasikan antara kedua pemerintah,” kata pernyataan pemerintah Inggris, mengisyaratkan adanya kerja sama pertahanan yang lebih mendalam di masa depan.
Dalam 12 bulan terakhir, Perdana Menteri Starmer memang secara aktif mendukung sektor pertahanan Inggris untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan janji meningkatkan pengeluaran sesuai target NATO dan fokus pada ekspor. Contohnya adalah kontrak frigat senilai $13,5 miliar dengan Norwegia.
Selain rudal, Inggris juga mengumumkan telah mencapai tonggak baru dalam kerja sama dengan India untuk mesin bertenaga listrik bagi kapal perang, setelah kedua negara menandatangani fase berikutnya dari kesepakatan senilai 250 juta poundsterling.(*)
Editor : Redaksi Lombok Post